Rumah Asma Dewi Tak Jauh Dari Tempat Tinggal Jenderal Tito Karnavian. Apa Hubungan Mereka?


SURATKABAR.ID – Asma Dewi, seorang ibu rumah tangga yang diamankan karena diduga kuat terlibat dengan jaringan Saracen dan melakukan jual-beli konten hoax.

Dugaan ini muncul setelah penyidik Badan Reserse Krimilan (Bareskrim) Polri menemukan aliran dana sebesar Rp 75 juta kepada anggota Saracen berinisial NS dari Asma Dewi.

Jumat (8/9/2017) lalu sekitar pukul 10.00 WIB, polisi mengamankan Asma Dewi alias Ade di kediaman orangtuanya di Kompleks Polri Ampera Raya, Jalan A Nomor 17.

Siapa sangka, rumah yang ditinggali Ade ini hanya berjarak empat rumah dari kediaman Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Ade tinggal di rumah tersebut karena memiliki latar belakang keluarga Polri.

Baca juga: Pilpres 2019 Berat Bagi Jokowi, Elektabilitasnya Lebih Rendah Dibanding SBY

Ade merupakan anak dari mantan perwira tinggi di instansi kepolisian. Bukan hanya ayahnya, dua orang kakaknya pun hingga kini aktif di instansi Polri. Z, kakak laki-laki Ade, merupakan salah satu staff pengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan. Sementara itu, I, kakak perempuan Ade merupakan polisi yang kini bertugas di Mabes Polri.

Menurut penuturan salah seorang tetangga yang enggan disebutkan identitasnya, penangkapan Asma Dewi ini cukup mengejutkan bagi pihak keluarga. Apalagi, ada 10 orang anggota polisi yang datang untuk meringkusnya.

“Kakak-kakaknya kaget adiknya diamankan polisi. Ada 10 orang polisi yang datang ke rumah pada hari Jumat,” tuturnya, Rabu (13/9/2017) lalu, dilansir tribunnews.com.

Di rumah tersebut, Ade tinggal bersama anaknya yang masih berkuliah dan kakak perempuan bersama keluarganya. Menurut tetangga, Ade dan keluarga merupakan orang tertutup yang jarang bergaul dengan tetangga.

“Dia tinggal sama satu anaknya. Anaknya kuliah. Suami dan satu anak lainnya di luar kota. Rumah dalam keadaan sepi. Itu keluarga tertutup. Kami tidak mengetahui aktivitasnya, hanya tahu dia tinggal di situ dan kerap pergi memakai kendaraan online,” lanjutnya.

Baca juga: Indra Piliang Diciduk Karena Narkoba, Tim Anies-Sandi Lempar Komentar Begini 

Penangkapan Ade ini dikait-kaitkan dengan konten hoax yang disebarkan selama Pilgub DKI Jakarta. Namun, hingga kini pihak kepolisian masih terus menelusuri untuk apa dana Rp 75 juta yang dikirimkan Ade.