1.300 Istri dan Anak-anak Terduga ISIS Ditahan Irak


SURATKABAR.ID – Sebanyak 1.300 anggota keluarga terduga militan kelompok yang menyebut diri sebagai Negara Islam (ISIS) ditahan oleh pihak berwenang Irak. Diungkapkan oleh pejabat dan pekerja sosial, istri dan anak-anak terduga ISIS tersebut ditahan di kamp pengungasian selatan Mosul.

Dilansir dari bbc.com, anggota keluarga terduga ISIS tersebut berasal dari 13 negara. Sebagian besar dari mereka melarikan diri dari Tal Afar ketika pasukan Irak merebut kembali kota itu bulan lalu. Norwegian Refugee Council, salah satu organisasi soasial yang memberikan bantuan di kamp menyebut bahwa para perempuan dan anak-anak tersebut sejatinya berada dalam ‘tahanan de-facto’.

“Seperti halnya mereka yang melarikan diri dari konflik, sangat penting bagi para individu ini mampu mengakses perlindungan, bantuan, dan informasi,” begitu pernyaraan Norwegian Refugee Council. “Pemerintah Irak harus segera memperjelas rencana mendatang mengenai para individu ini, sementara pada saat yang sama menjamin hak-hak dasar mereka.”

Sebagaimana diketahui, ribuan warga asing berdatangan ke Irak dan Suriah untuk tinggal di kekhalifahan yang diproklamirkan oleh ISIS. Lantas para pejabat Irak menyebut bahwa istri dan anak-anak petempur ISIS itu kemungkinan besar bakal di deportasi ke Negara asalnya. Tidak terkecuali di dalamnya adalah warga Negara Indonesia. Bahkan, sebelumnya belasan warga Negara Indonesia telah dipulangkan dari Irak setelah sempat bermukim di Raqqa, kota yang dianggap sebagai ibu kota kekuasaan ISIS.

Baca Juga: Pemimpin Spiritual Tibet Mengatakan Budha Akan Menolong Muslim Rohingya

Sementara itu, seorang pejabat Irak mengatakan istri dan anak-anak menyerahkan diri kepada pasukan Kurdi, Peshmerga, dekat Tal Afar bersama suami dan ayah mereka yang dianggap sebagai milisi ISIS. “Kami memperlakukan mereka dengan baik. Mereka adalah anggota keluarga dari penjahat kelas berat yang membunuh warga tak berdosa dengan darah dingin, tapi ketika kami menginterogasi mereka, kami menemukan bahwa hamper semua dari mereka disesatkan oleh propaganda ISIS yang keji,” kata seorang pejabat militer Irak, Amed al-Taie.

Pasukan Kurdi yang sebelumnya didaangi oleh anak-anak dan istri yang diduga anggota ISIS itu kemudian menyerahkan mereka ke pemerintah Irak, tetapi mereka menambahkan bahwa nasib para lelaki itu tak jelas sampai sejauh ini.

Kepada sebuah kantor berita Associated Press, seorang komandan pasukan Kurdi, Brigjen Kamel Harki, menyebut bahwa milisi ISIS diserahkan kepada pihak berwenang Irak, sementara sebagian lainnya tewas setelah berpura-pura menyerahkan diri yang kemudian melancarkan serangan setelah mereka ditangkap itu.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaMengejutkan, Lama Tak Ada Kabar, Ustaz Guntur Bumi Ternyata Mendapat Musibah Ini
Berita berikutnyaIni Dia Jagoan Silat yang Tewaskan Pencuri di Rumahnya