Blackbird, Pesawat Tempur Tercepat di Dunia. Milik Siapa?


SURATKABAR.ID Blackbird merupakan salah satu pesawat temput yang diklaim sebagai pesawat tercepat di dunia. Kecepatannya, konon bahkan bisa melampaui kecepatan suara.

Dari banyaknya pesawat tempur terbaik, NASA memang memiliki salah satu yang membanggakan. Meski sudah tak beroperasi lagi, pesawat milik Badan Antariksa Amerika Serikat yang satu ini masih dahsyat mempesona dibanding yang lain.

Sebagai pesawat NASA, Blackbird alias SR-71 pertama kali mengudara di tahun 1966 silam. Karena didapuk paling cepat, pesawat itu mampu terbang hingga ketinggian 25 kilometer dengan kecepatan 3.500 kilometer per jam. Pesawat yang dijuluki dengan nama Blackbird ini memang merupakan kerja sama antara NASA dan perusahaan manufaktur aeronautik Lockheed Martin. Demikian melansir laporan Liputan6.com, Senin (11/9/2017).

Mengutip reportase Business Insider, Senin (11/9/2017), dikatakan bahwa Blackbird ini hanya diproduksi sebanyak 32 unit. Keterbatasan tersebut terjadi karena biaya produksi yang dianggap mahal waktu itu. Sayangnya, dari 32 unit tersebut, cuma 20 pesawat yang tersisa dan ‘dimuseumkan’. Sisanya hilang akibat kecelakaan.

Mengisi Bahan Bakar di Udara

Blackbird sendiri dibangun dengan bahan titanium. Uniknya, pesawat itu bisa mengisi bahan bakar di udara. Pertama kali diproduksi, pesawat Blackbird ini hanya khusus digunakan bagi Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) untuk mengintai musuh pada era Perang Dingin.

Baca juga: Menelusuri Goli Otok, ‘Neraka Hidup’ Era Perang Dingin di Kroasia

Lantaran NASA butuh wahana khusus untuk eksperimen, barulah mereka meminjam semua unit Blackbird ke Angkatan Udara AS.

NASA Kini Kembangkan Pesawat Supersonik

Sejak dulu, NASA memang dikenal jempolan dalam mengusung teknologi pesawat canggih. Sekarang, mereka dikabarkan tengah menciptakan pesawat supersonik yang akan menggantikan Concorde.

Pesawat ini digadang-gadang akan menjadi yang paling cepat di dunia. NASA pun akan kembali menggandeng Lockheed Martin untuk menguji coba teknologi baru pada pesawatnya ini.

Saat ini NASA telah menyetujui kontrak senilai US$ 20 juta atau sekitar Rp 265 miliar untuk melakukan uji coba pesawat berkecepatan tinggi tersebut. Perusahaan mengklaim, penerbangan ini tak hanya cepat, tapi juga lebih aman, sunyi, dan ramah lingkungan.

Desain awal dari pesawat yang disebut sebagai Low Boom Flight Demonstration ini menggunakan teknologi yang lebih sunyi. Bahkan, NASA mengklaim suara yang dikeluarkan pesawat ini sangat lembut dan bisa digambarkan sebagai detak jantung supersonik.

Baca juga: Nenek Sugiarti Minta Sepeda Tanpa Jawab Kuis, Apa Presiden Jokowi Memberikannya?

Sebagai gambaran, jika pesawat tersebut benar-benar selesai dikembangkan, perjalanan antara London ke New York dapat ditempuh dalam 11 menit, sedangkan perjalanan dari New York ke Sydney dapat ditempuh sekitar 30 menit—sebuah pengembangan yang betul-betul fantastis!