Polisi Tingkatkan Status Kasus Dugaan Penipuan yang Libatkan Yusuf Mansur


SURATKABAR.ID – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) akhirnya meningkatkan status penyidikan terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kedok berupa investasi Kondominium Condotel Moya Vidi yang melibatkan terlapor Jam’an Nur Chotib atau yang akrab dipanggil Ustaz Yusuf Mansur.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim, Kombes Agung Yudha Wibowo, di mana perkara dugaan penipuan yang awalnya berstatus penyelidikan ditingkatkan menjadi penyidikan, dilansir cnnindonesia.com.

“Kami tingkatkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan sejak kami menggelar perkaranya pada awal Agustus,” terang Kombes Agung ketika ditemui di Surabaya, Jumat (8/9) malam seperti dikutip cnnindonesia.com, Jumat (8/9), melansir dari laman Antara.

Dalam perkara ini, pada 15 Juni 2017 sejumlah jamaah Yusuf Mansur melaporkan nama ustaz lantaran mereka merasa tertipu setelah memberikan hartanya untuk sumbangan yang berupa investasi proyek pembangunan Kondominium Condotel Moya Vidi di Yogyakarta yang dinamakan investasi sedekah.

Baca Juga: Bendera Dibakar, Pemerintah Myanmar Ajukan Pertanyaan Ini Pada Indonesia

Meskipun demikian, Kasubdit II Harda Bangtah, Direskrimum Polda Jatim, AKBP Yudhistira Midyahwan mengungkapkan bahwa pihaknya belum menetapkan adanya tersangka dalam kasus tersebut. Untuk sementara masih dikumpulkan dokumen dan sejumlah saksi, diwartakan liputan6.com.

Sementara itu Kuasa Hukum pelapor, Sudarso Arif Bakuma memamarpak bahwa terhitung sejak Jumat (4/8) hingga Sabtu (9/9), Polda Jatim telah memeriksa sekitar puluhan saksi. Tak ketinggalan para saksi korban juga dinyatakan telah dipanggil, diperiksa dan di-BAP (Berita Acara Pidana).

“Sampai hari ini (Sabtu (9/9)), informasi yang saya dapat orang-orang di koperasinya Yusuf Mansur, koperasi berjemaah juga sudah dipanggil. Banyak yang menduga kemungkinan Yusuf Mansur juga dipanggil karena nama dia kan, masuk sebagai terlapor,” ujar Sudarso, dikutip liputan6.com, Sabtu (9/9/2017).

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa kasus tersebut ditetapkan naik ke tahap penyidikan terhitung pada Jumat (4/8) lalu. Selain itu berdasarkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan oleh Direskrimum Polda Jatim, gelar perkara kasus pun telah digelar oleh pihak kepolisian.