Razman Diganti, Jonru Tunjuk LBH Bang Japar Sebagai Pengacaranya


    SURATKABAR.ID – Posisi Razman Arif Nasution sebagai pengacara Jon Riah Ukur alias Jonru Ginting kini digantikan oleh Lembaga Bantuan Hukum Kebangkitan Jawara dan Pengacara (LBH Bang Japar). Ditunjuk oleh Jonru, LBH Bang Japar langsung memulai langkah pertamanya dengan mengumpulkan sejumlah data.

    “Betul, Bang Jonru Ginting mengkuasakan kepada LBH Bang Japar, setidaknya ada 30 orang advokat LBH Bang Japar yang bisa mendampingi Jonru,” ungkap Direktur LBH Bang Japar, Djudju Purwantoro, seperti diwartakan kembali dari laporan Detik.com, Rabu (6/9/2017).

    Ada pun undang-undang yang digunakan para pelapor untuk menjerat Jonru merupakan Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Sebelumnya, Jonru dilaporkan ke polisi lantaran memasang ujaran kebencian di media sosial. LBH Bang Japar akan mengumpulkan sanggahan terhadap materi laporan itu.

    “Pertama, kita akan mengumpulkan data-data dan dokumen pendukung terkait kasus ini dan apa yang dilaporkan. Kita menyiapkan sanggahan terhadap apa yang dilaporkan berdasarkan data dan fakta,” beber Djudju.

    Baca juga: Dinyatakan Tak Bersalah, Dahlan Iskan Dibebaskan

    Hanya Kritik Konstruktif

    Untuk menangani kasus ini, pihaknya akan menunggu panggilan pihak aparat dan akan membuktikan semua bantahan laporan kepada penyidik. LBH Bang Japar menilai Jonru tidak bermaksud menebar kebencian. Ia hanya melontarkan kritik konstruktif.

    “Saya yakin Jonru tidak akan memosting hal-hal yang memuat kebencian SARA, kecuali ada pembuktian,” tukas Djudju.

    Menurut Djuju, Jonru mempercayakan urusan hukumnya kepada LBH Bang Japar karena memang ada sebagian aktivis di sini yang kenal dengan Jonru. Adapun visi dan misi LBH Bang Japar memang untuk membantu kelompok aktivis Muslim yang terzalimi. Bahkan, LBH Bang Japar akan menggratiskan bantuan hukum ini apabila Jonru tak punya uang.

    “Oh iya, karena kita LBH maka kita akan berusaha. Selama yang bersangkutan tidak mampu, maka kita tetap harus tanpa bayaran. Kalau yang bersangkutan tidak bisa membayar pengacara yang mahal-mahal, kita siap membantu,” papar Djudju.

    Ia melanjutkan, LBH Bang Japar berdiri di musim putaran kedua Pilkada DKI 2017 lalu. Saat itu, muncul fenomena Iwan Bopeng. Belakangan LBH ini diinisiasi oleh anggota DPD RI dari Jakarta Fahira Idris. Fahira pun kemudian menjabat sebagai Ketua Umum LBH ini.

    “Kita sudah dilegalkan menjadi Ormas dan LBH,” tutup Djudju.

    Sebelumnya, Jonru Ginting kembali dilaporkan ke polisi lantaran postingan di akun media sosialnya. Kali ini, Jonru dilaporkan oleh pengacara bernama Muhamad Zakir Rasyidin ke Mapolda Metro Jaya.

    “Ada beberapa pernyataan-pernyataan yang Pak Jonru tulis di akun Facebooknya yang kami duga dalam pernyataan tersebut itu bisa menimbulkan provokasi, dan yang parahnya lagi dengan postingan tersebut bisa memicukan konflik SARA,” ungkap Zakir seusai membuat laporan di Mapolda Metro Jaya, Senin (4/9/2017) lalu.

    Baca juga: Sudah Dibuka! Ada 18 Ribu Lowongan CPNS di 61 Instansi Pemerintah

    Bahkan, tambah Zakir, Jonru berani membawa-bawa nama Presiden Joko Widodo di dalam postingannya. Untuk itu, ia menilai tindakan Jonru harus segera ditindak agar tidak menyebar luas.

    “Kita ingin kemudian merawat negara yang majemuk dengan sesuatu yang damai, namun jika ada ujaran-ujaran seperti ini saya pikir perlu dihentikanlah,” sebutnya.