Detik-detik Usaha Penyelamatan Catur Yulianto yang Tewas Terkena Ledakan Petasan


SURATKABAR.ID – Laga persahabatan antara Timnas Indonesia kontra Fiji dengan hasil akhir imbang tanpa gol yang digelar di Stadion Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (2/9) memakan korban hingga meninggal dunia.

Catur Yulianto, yang merupakan suporter untuk kesebelasan Indonesia harus menghembuskan napas terakhirnya usai terkena ledakan petasan setelah wasit meniupkan peluit tanda akhir pertandingan. Hal tersebut seperti yang disampaikan Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, diwartakan tribunnews.com, Minggu (3/9/2017).

Dalam jumpa pers yang digelar segera selepas laga, Tisha mengungkapkan bahwa korban yang datang untuk menonton jalannya pertandingan persahabatan bersama dengan keluarga tersebut meninggal dunia ketika dibawa menuju ke Rumah Sakit Mitra Keluarga di Kota Bekasi.

Berdasarkan hasil rekaman, petasan yang meledak tersebut dilepaskan oleh suporter Indonesia yang ada di tribun selatan Stadion Patriot begitu pertandingan persahabatan tersebut berakhir. Petasan itu ternyata bergerak menuju tribun timur, di mana korban saat itu berada.

Baca Juga: Duh! Istri Hamil Anak Keempat, Rooney Malah Selingkuh

Korban tewas lantaran ledakan petasan yang diketahui dilahirkan pada 18 Juli 1985 tersebut tinggal di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Catur Yulianto bersama dengan keluarganya datang ke Stadion Patriot dan memesan tiket di tribun timur.

“Sepak bola kita menghadapi ujian. Di menit akhir tadi ada insiden kembang api yang diterbangkan. Itu sangat fatal, petasan itu dari tribun selatan ke tribun timur. Ini sangat berat, maka dari itu, kondisi korban meninggal dunia,” terang Tisha, dikutip tribunnews.com, Minggu (3/9/2017).

Terkait insiden yang sampai menghilangkan nyawa korban dalam laga antara Indonesia dengan Fiji tersebut, Tisha mengungkapkan bahwa tanggung jawab akan sepenuhnya dipegang oleh PSSI. Nantinya perwakilan PSSI akan menemani keluarga korban hingga korban dimakamkan.

“Kami berbela sungkawa kepada keluarga korban, Semoga sepak bola Indonesia tidak ada lagi yang seperti ini. PSSI bertanggung jawab atas insiden ini. Kami mengecam tindakan ini karena akan menghancurkan sepak bola Indonesia,” tambah Tisha dalam konferensi pers Sabtu (2/9) malam.

Simak video berisi rekaman detik-detik usaha penyelamatan Catur Yulianto usai terkena petasan berikut ini: