Pesta Daging Kambing Kurban, Puluhan Warga Desa Keracunan


SURATKABAR.ID – Warga Kampung Pasirangin Tengah dan Kampung Benteng, Sukabumi, Jawa Barat, mengalami keracunan massal setelah menyantap daging kambing kurban.

Puluhan warga yang jumlahnya terus bertambah ini merasa pusing, mual, muntah, hingga buang air setelah pesta sate daging kambing kurban.

Setelah mengalami hal tersebut, korban segera dilarikan ke Puskesmas setempat. Namun, karena jumlahnya terus bertambah dan ada yang kritis, sejumlah warga dilarikan ke Rumah Sakit Betha Medicare Cicurug.

Dari data yang masuk ke kami saat ini jumlah korban keracunan di Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug bertambah tujuh orang atau menjadi 33 orang,” tutur Kepala Puskesmas Cicurug Teddi Mulyadi, Sabtu (2/9/2017), dilansir cnnindonesia.com.

Baca juga: Khotib Sebut Jokowi, Jamaah Walkout. MUI: Harusnya Menasehati

Untuk memulihkan kondisi korban, tim medis memberikan cairan inplus atau opname. Sejumlah warga sudah mulai membaik dan meninggu tubuhnya benar-benar fit.

Namun, petugas belum bisa menyimpulkan penyebab keracunan, apakah dari daging kambing kurban atau bumbu sate dan penyebab lainnya. Petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi juga telah mengambil samplenya untuk di uji laboratorium.

Kami masih terus memantau kondisi kesehatan korban, jika terus menurun maka akan langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan tindakan khusus,” lanjut Teddi.

Sementara itu, Dinkes Kabupaten Sukabumi menetapkan hingga pukul 22.00 WIB jumlah korban keracunan mencapai 36 orang. Peristiwa ini pun ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) karena korbannya lebih dari dua orang.

Kasus keracunan di Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug ini masuk dalam KLB dan seluruh korbannya sudah ditangani secara medis,” tutur Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Sukabumi Harun Al Rasyid, Sabtu (2/9/2017).

Sebelumnya, Camat Cicurug Agung Gunawan menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi sebelum penyembelihan hewan kurban. Ia mengingatkan masayarakat agar mengolah daging kambing dengan higienis mulai dari peralatan hingga bumbunya.