Ditanya Soal Poligami, Ayu Ting-ting: Boleh-boleh Saja, Cuma…


SURATKABAR.ID – Ayu Ting-Ting yang melejit dengan ‘alamt palsu’-nya berbicara tentang poligami. Ia berpandangan meski praktik poligami masih ada hingga saat ini, Ayu mengaku bahwa ia tak pernah mendapati orang-orang di sekitarnya, di lingkungannya, berpoligami.

“Poligami itu, kan, zamannya nabi gitu, ya. Kalau sekarang, saya sendiri belum pernah… ya, paling lihat di film,” kata pemilik nama asli Ayu Rosmalina itu saat ditemui di kediamannya di bilangan Depok, Jawa Barat, Jumat (1/9/2017), seperti diberitakan tribunnews.com.

Ayu sendiri menyadari dan mengetahui betul bahwa poligami merupakan salah satu syariat Islam yang diperbolehkan dalam agama tentunya. Namun, sambung Ayu, sebagai perempuan, ia merasa bahwa dirinya tak mungkin bersedia dimadu atau dipoligami.

“Dulu, sih, katanya, kalau menurut agama, ya, sah-sah saja sebenernya, boleh-boleh saja. Cuma, kan, ya, kadang kita, sebagai perempuan, masa iya mau? Ya, enggak mungkin saja. Cuma, kan, pikiran dan pendapat orang berbeda-beda,” jelas pelantun Kamu Kamu kamu itu.

Baca Juga: Rejeki Nomplok! Mahasiswi Ini Dapat Rp 14 Miliar Karena Salah Transfer

Ayu kemudian menegaskan bahwa dirinya tak mungkin dan tidak akan menentang poligami. Sebab, katanya, agama yang ia anut jelas memperbolehkan dan menghalalan praktik poligami itu sendiri.

“Jadi saya enggak bisa gimana-gimana. Di agama pun memang sudah ada,” ucap Ayu yang sudah dikarunai seorang anak ini.

Poligami memang kerap menjadi pembicaraan hangat di tengah masyarakat, tidak terkecuali di kalangan selebrita. Beberapa waktu lalu pun, istri Teuku Wisnu, Shireen Sungkar pernah memaparkan pandangannya tentang poligami.

“Kita enggak nentanglah, enggak benci, tapi kalau ditanya sebagai perempuan, enggak sanggup, enggak mau, ya manusiawi lah,” kata Shireen saat ditanya tentang poligami.

Mantan pemeran tokoh Fitri dalam sinetron ‘Cinta Fitri’ ini mengamini bahwa poligami merupakan syariat Islam. Namun ia juga tidak bisa menyalahkan ketika banyak wanita yang tidak sanggup untuk dipoligami,