Hakim Nilai Suap Rp 2 Miliar Untuk Patrialis Tak Terbukti


SURATKABAR.ID – Dalam surat dakwaan KPK disebutkan bahwa mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar dijanjikan uang Rp 2 miliar oleh Direktur CV Sumber Laut Perkasa Basuki Hariman. Namun Majelis Hakim dalam pertimbangan putusannya menyatakan bahwa uang Rp 2 miliar tersebut tidak ada kaitannya dengan kasus suap Patrialis, satu suara dengan pembelaan penasehat hukum.

“Menurut majelis, terhadap uang Rp 2 miliar belum terjadi penyerahan pada Kamaludiin atau Patrialis,” kata majelis hakim Hastono di Pengadilan Tipikor dalam siding lanjutan dugaan penyuapan Patrialis Akbar oleh Basuki Hariman, di Jakarta, Senin (28/8/2017), dilansir dari kompas.com.

Diungkapkan dalam pembelaannya, penasihat hukum menyebut bahwa uang Rp 2 miliar yang ditukar 200.000 dollar Singapura tersebut akan digunakan untuk berobat staf Basuki, Ng Fenny di Singapura.

Baca Juga: Bima Arya Bkukan IMB Sebuah Masjid di Bogor. Ada Apa Ini?

Di luar uang Rp 2 miliar, Majelis Hakim telah menyatakan bahwa Basuki Hariman terbukti menyuap Hakim Konstitusi, patrialis Akbar. Basuki terbukti menyerahkan uang senilai 50.000 dolar AS kepada Patrialis melalui Kamaluddin.

Sementara itu, Basuki divonis 7 tahun penjara dan denda senilai Rp 400 juta subsider 3 bulan kurungan. Basuki telah terbukti bersama-sama dengan stafnya, Ng Fenny, memberikan uang 50.000 dollar AS kepada Patrialis lewat Kamaluddin.

Uang suap tersebut diberikan Basuki untuk Patrialis guna hakim MK ini memenangkan perkara Nomor 129/PUU-XIII/2015 terkait dengan uji materi atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan ayng diajukan ke Mahkamah Konstitusi.

Terkait dengan surat dakwaan yang menyebut bahwa Patrialis dijanjikan uang Rp 2 miliar oleh basuki tersebut akan digunakan Patrialis untuk membayar pembelian apartemen. Hal itu disebut oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi di pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (14/8/2017) lalu.