Astaga! Polisi Sita Rp 50 Juta dari Sindikat Pencetak Uang Palsu, Tersangka: Uangnya Buat Beli Narkoba


SURATKABAR.ID – Empat tersangka anggota sindikat pencetak dan pengedar uang palsu berhasil diringkus oleh polisi setempat. Oleh personel Polsek Medan Kota, uang palsu sebanyak Rp 50 juta diamankan. Kapolsek Medan Kota Kompol Martuasah Tobing mengungkapkan, empat tersangka pemalsu uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu itu bernama Sapruddin Sukri Daulay (49), Anto (37), Meilandi (37), dan Akiat (50). Yang lebih mengejutkan, tersangka mengaku uang hasil penjualan maupun uang palsu yang mereka cetak akan digunakan untuk membeli narkoba.

Martuasah melanjutkan bahwa pengusutan ini berawal dari penangkapan Sapruddin di kawasan Pasar Petisah, pada Jumat (25/8/2017). Waktu itu, petugas mendapatkan informasi mengenai adanya pengedar uang palsu.

“Tersangka Sapruddin berencana mengedarkan uang palsu di sana. Petugas kami langsung meringkusnya,” ujar Martuasah, Senin (28/8/2017), seperti disebutkan dalam liputan Republika.co.id, Selasa (29/8/2017).

Setelah Sapruddin ditangkap, petugas yang melakukan pengembangan kembali meringkus anggota sindikat ini. Ketiganya, yakni Anto dan Meilandi yang berperan mencetak uang palsu, serta Akiat yang bertugas menyebarkan uang tersebut ke masyarakat. Sapruddin sendiri bertugas sebagai otak pelaku dan pencari pembeli.

Baca juga: Menegangkan! Inilah Video Detik-detik Kebakaran SPBU Bojong Gede yang Viral di Media Sosial

Rp 15 Juta Uang Palsu Sudah Terjual

Keempat tersangka tersebut mengaku kepada petugas bahwa mereka telah mengedarkan Rp 15 juta uang palsu. Uang palsu pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu itu mereka jual dalam dua kali transaksi.

“Yang pertama mereka berhasil jual itu Rp 10 juta dan yang kedua Rp 5 juta,” tuturnya.

Dari hasil penjualan Rp 15 juta uang palsu itu, tersangka mendapat keuntungan Rp 3 juta. Uang itu lalu mereka gunakan untuk membeli narkoba jenis sabu. Namun, mereka gagal mendapatkan barang haram itu karena uang tersebut dilarikan oleh orang yang diminta untuk mencarikan sabu.

“Kami imbau kepada masyarakat agar berhati-hati dan teliti. Kalau ada yang mencurigakan, segera lapor ke petugas kami,” tandas Martuasah.

Untuk Beli Narkoba

Sapruddin mengaku, bisnis haram yang mereka lakukan sudah berjalan sebulan lebih. Mereka belajar mencetak uang palsu dan mendapat desain uang melalui internet. Mereka lalu menggunakan kertas jenis HVS dan mesin pencetak untuk membuat uang palsu.

“Uang palsu yang dicetak akan dibelikan narkoba. Sudah pernah menjual uang palsu. Uang hasil penjualannya rencananya akan dibelikan narkoba dan bahan pembuatan narkoba,” beber Sapruddin.

Saat ini, para tersangka sudah berada di Mapolsek Medan Kota untuk diproses lebih lanjut. Selain mereka, polisi juga menyita uang palsu sebanyak 300 lembar pecahan Rp 100 ribu, 400 lembar pecahan Rp 50 ribu, mesin pencetak dan beberapa laptop.

Baca juga: Foto-foto Liburan Bill Gates dan Keluarga: Jadi Orang Terkaya Sedunia, Kok Nggak Mewah?

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 26 Ayat 2 dan 3 jo Pasal 27 Ayat 2, 3 subs Pasal 36 Ayat 2, 3 jo Pasal 37 Ayat 2, 3 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Adapun hukuman yang menanti mereka adalah 15 tahun penjara.