Jika Tak Mau Lakukan Ini, Media Sosial di Indonesia Akan Dihilangkan?


SURATKABAR.ID – Rudiantara yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika memperingatkan agar perusahaan platform media sosial seperti Facebook, Twitter, hingga Google melakukan pengetatan terhadap konten-konten negatif yang beredar di platform mereka. Seperti dijelaskan Rudi di Jakarta, Minggu (27/8/2017), harusnya perusahaan-perusahaan tersebut juga peduli dengan pengamanan platformnya mengingat mereka adalah perusahaan yang berbisnis di negara kita.

Rudi mencontohkan grup penyebar berita hoax Saracen yang beberapa waktu lalu ditangkap. Dia mengatakan, kelompok itu menggunakan akun-akun di media sosial untuk menyebar konten negatif tersebut. Demikian sebagaimana dilansir dari reportase Kompas.com, Senin (28/8/2017).

Silakan Angkat Kaki

Rudi mempersilakan perusahaan-perusahaan itu angkat kaki jika setelah permintaan ini mereka masih tak peduli dengan keamanan di Indonesia dan hanya mementingkan bisnis mereka.

“Jadi tanggung jawab  mereka karena mereka berbisnis di Indonesia dan memanfaatkan pasar Indonesia. Kalau mereka berbisnis kan logikanya concern dengan stabilitas ekonomi, politik,” beber Rudi.

Baca juga: Tegas! Begini Perintah Jokowi ke Polisi Terkait Kasus Saracen

“Saya bilang sama mereka, kalau Anda memang tidak mau mempersiapkan apakah Anda memang punya tujuan membuat Indonesia tidak stabil. Anda harus bertanggung jawab. Anda enggak bertanggung jawab, Anda enggak usah bisnis di Indonesia,” papar Rudi lagi.

Ia menambahkan, proteksi dan pengawasan penyebaran akun-akun hoax bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan masyarakat saja. Perusahaan penyedia platform memiliki peran yang sangat penting.

“Platform ini juga harus kita manage karena mereka juga tanggung jawab. Jangan hanya dilemparkan bahwa ini antara masyarakat Indonesia, pemerintah Indonesia, penegak hukum Indonesia,” ujar Rudi.

Usut Tuntas Saracen

Sebelumnya, polisi telah menangkap sebuah kelompok yang menamakan diri mereka sebagai group Saracen yang belakangan ini diketahui telah menyebarkan isu SARA di media sosial. Bahkan, Presiden Jokowi meminta pihak kepolisian mengusut kasus tersebut hingga tuntas. Presiden menandaskan, polisi juga harus mencari pihak-pihak yang menjadi klien dari kelompok itu.

Baca juga: Siapkan Mobil Layanan Curhat Bernama ‘Kekasih Juara’, Ridwan Kamil: Saya Ingin Warga Bandung Tidak Ada yang B***h Diri

Saracen sendiri merupakan istilah yang digunakan oleh orang Kristiani Eropa terutama pada Abad Pertengahan untuk merujuk kepada orang yang memeluk Agama Islam (tanpa mempedulikan ras atau sukunya).