Mahfud MD Mengaku Pernah Ditipu First Travel, Begini Cerita Lengkapnya


SURATKABAR.ID – Korban First Travel ternyata datang dari berbagai kalangan yang berbeda. Mulai dari orang biasa, pengusaha sampai petinggi seperti halnya Mahfud MD. Ternyata, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia ini pernah menjadi korban jasa perjalanan umrah murah First Travel.

Singkat cerita, kala itu pria yang memiliki nama lengkap Mohammad Mahfud M.D menjalin kerja sama dengan pihak First Travel untuk memberangkatkan umrah para alumnus Universitas Islam Indonesia (UII). Mahfud MD mendapatkan informasi dari seorang rekannya yang bekerja di Bank Indonesia.

’’Awalnya, saya dapat informasi dari pejabat BI (Bank Indonesia) bahwa ada umrah murah sekali dengan First Travel,’’ papar Mahfud MD seperti yang dilansir di JPNN.com

Dia percaya kepada rekannya yang seorang penjabat di BI itu lantaran pernah memberangkatkan rombongan besar umrah lewat First Travel.

Baca juga: Habib Rizieq Minta Kasus Chat Pornografi Dihentikan, Sekjen Golkar: Tidak Bisa

“Kata mereka murah dan bagus pelayanannya,’’ imbuh ketua umum Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) itu.

Pejabat BI itupun mendorong Mahfud MD untuk ikut memberangkatkan para alumnus UII lewat jasa First Travel, lalu iapun setuju. Bersama degan IKA UII, mantan Menteri Hukum dan Perundang-Undangan Indonesia ini mengoordinasi pemberangkatan umrah. Rombongan pertama berangkat pada tahun 2013. Saat itu ada sekitar 500-an orang yang berangkat ke Tanah Suci.

Mereka berasal dari berbagai kalangan yang berbeda. Mahfud menyebutkan jika kala itu pelayanannya sangat bagus sekali dan harganya begitu terjangkau. Karena alasan itulah Mahfud sampai membut program umrah bersama dengan Ketua Umum.

Setelah rombongan pertama lancar dan tidak ada kendala, iapun kemudian berencana memberangkatkan rombongan yang kedua dengan jumlah yang kurang lebih sama. Dan pemberangkatan kedua masih bagus.

Baca juga: Nilai ada Kementerian Kerja Lelet, Relawan Pendukung Jokowi Ajukan Tokoh Ini Jadi Menteri

Karena tingginya minat alumnus UII untuk umrah, Mahfud sampai menemui Andika Surachman. Dia lalu meminta tambahan kuota untuk Aumni UII dan diberi 1000 orang. Dan sejak itulah rentetan masalah mulai terjadi.

Pada pemberangkatan ketiga, pemberangkatan ditunda lantaran visa belum tuntas padahal para peserta yang datang dari berbagai daerah sudah berada di Jakarta. Dan kondisi itu menjadi masalah yang besar, tak hanya rugi uang mereka juga kan bermasalah dengan izin cuti.

’’Peserta yang saya berangkatkan itu kan kebanyakan profesional. Ada yang dosen, dokter, hakim, hingga jaksa. Izin cuti mereka jadi molor,’’ ungkap Mahfud di Surabaya kemarin (27/8/2017).

Hal yang sama terjadi pada pemberangkaan keempat, bahkan tidak hanya keberangkatannya saja yang molor, rombongan berangkat secara terpisah-pisah. Ada suami istri dan anak yang penerbangannya terpisah hingga tempat penginapannya terpisah. Padahal niat umrah itu selain beribadah sebagai ajang untuk reuni.

Baca juga: PNS Ini Cerdik Tutupi Pernikahan Sesama Jenis Selama Bertahun-tahun

’’Sejak saat itu saya sering menerima informasi dari pihak-pihak di Makkah. Misalnya, katering yang belum dibayar,’’ ujar Mahfud.

Dan karena hal itu, Mahfud berusaha untuk berkomunikasi dengan Andika. Ia hanya ingin meminta kerja sama yang baik. Termasuk dibuatkan kontrak bagi rombongan UII. Namun Andika hanya memberikan janji dan selalu menghindar saat ditemui Mahfud.

’’Saya saat itu sudah berpikir, kalau seperti ini, suatu saat akan meledak. Saya sempat lapor ke Kemenag (Kementerian Agama) agar memantau First Travel. Katanya sudah dipantau. Eh, ternyata meledak beneran sekarang,’’ katanya.

Dn sejak tahun 2016 yang lalu, akhirnya Mahfud memutuskan jika alumnus UII tidak boleh umrah lewat First Travel. Bahkan, ia sempat nombok agar bisa memberangkatkan alumnus yang terlanjut sudah mendaftar namun belum diberangkatkan.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaKeren! Hanya Bendera Indonesia yang Berkibar di Konser Foo Fighters
Berita berikutnyaTegas! Begini Perintah Jokowi ke Polisi Terkait Kasus Saracen