Mencekam! Sudah 100 Polisi Tewas di Sini


SURATKABAR.ID – Sabtu (26/8/2017), seorang perwira polisi tewas di Rio de Janeiro, Brasil. Kematiannya menggenapkan jadi 100 aparat penegak hukum yang tewaas dibunuh di kota itu sepanjang tahun 2017. Tak pelak, hal tersebut menegaskan bahwa kondisi di wilayah itu memang suram dalam kejahatan kekerasan.

Polisi yang keseratus ini bernama Fabio Cavalcante. Ia ditembak mati saat tengah bertugas di Baixada Fluminense, pinggiran kota Rio yang dikenal keras dan berbahaya.

Seperti diberitakan kompas.com, melansir dari AFP, tahun 2016 lalu pun, tercatat sudah ada 146 polisi yang tewas di Rio. Naasnya, 100 di antara korbannya tewas dibunuh ketika tidak sedang bertugas. Jumlahnya semakin banyak ketika diakumulasikan. Tengok, sejak tahun 1995, jajaran kepolisian yang tewas dibunuh di Rio ada 3.000 petugas.

Kondisi seperti ini dinilai ditenggarai oleh kondisi finansial Brasil yang memburuk. Setelah dunia memuji keberhasilan Rio menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas, kota terbesar kedua di Brasil ini justru didera keulitan finansial.

Baca Juga: Geger! TKW Ini Rekam Aksi Majikannya Sedang Paksa Dirinya Berhubungan Intim

Negara berpenduduk 208 juta jiwa ini sejak lama dikenal sebagai salah satu Negara paling mematikan di dunia. Sebuah surat kabar di sana, Estado, belum lama ini melaporkan bahwa angka pembunuhan dalam enam bulan pertama tahun ini jumlahnya tidak main-main, yakni lebih dari 28.000 korban.

Jumlah tersebut sama dengan 155 pembunuhan dalam sehari, atau enam korban dalam jangka waktu satu jam. Di tahun 2017 sendiri, jika dibandingkan, jumlahnya tujuh persen lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Hal itu berarti Brasil bisa mematahkan ‘rekor’ 60.000 kasus pembunuhan dalam setahun. Sebagai bahan perbandingan, data Biro Penyelidik Federal (FBI) Amerika Serikat, dengan populasi hampir 326 juta jiwa, jumlah pembunuhan pada tahun 2015 adalah 15.696.

Narkoba bisa jadi satu hal yang tidak bisa dipisahkan dari kondisi mencekam tersebut. Presiden Michel Temer pada bulan Juli lalu menurunkan ribuan tentara ke Rio untuk membantu menangani masalah ini. Hal itu pun, dalam waktu bersamaan, mengindikasikan bahwa polisi di sana seolah telah kehilangan kemampuan untuk mengatasi kartel pedagang obat bius. Meski demikian, aparat penegak hukum yang mengalami demoralisasi tetap berjuang untuk menghambat gerombolan yang berkecimpung di dalam lingkaran narkoba.