PNS Ini Cerdik Tutupi Pernikahan Sesama Jenis Selama Bertahun-tahun


    SURATKABAR.ID – Pasangan Sofyan Muslim-Irawati berhasil menutupi hubungan pernikahan sesama jenisnya sampai bertahun lamanya. Bahkan, mereka juga sudah memiliki e-KTP sampai dengan Kartu keluarga. Namun masyarakat yang mencium gelagat mencurigakan dari pasangan tersebut, mulai curiga dan mencari kebenaran sampai mengungkap perkawinan terlarang itu.

    Kasus tersebut berawal saat Muslim menikah dengan Irawati di KUA Sinjai, Sulawesi Selatan. Bahkan, untuk membuktikan dirinya seorang lelaki, Muslim menunjukkan KTP yang disana tertulis identitasnya adalah laki-laki. Perkawinan pun digelar dengan sangat meriah di Sinjay, pada tahun 2008 yang lalu.

    Saat malam pertama tiba, Irawati ternyata kaget mendapati suaminya tidak memiliki kelamin pria. Saat diraba di area dadanya, Muslim bahkan memiliki buah dada. Meskipun merasa tertipu Irawati tetap menutupinya lantaran malu. Mereka berdua menutupi aib tersebut hingga kerja di Papua.

    Baca juga: Nilai ada Kementerian Kerja Lelet, Relawan Pendukung Jokowi Ajukan Tokoh Ini Jadi Menteri

    Keduanya berhasil menutupi perkawinan terlarang itu secara rapat-rapat hingga bertahun-tahun lamanya. Bahkan, Muslim bisa mengantongi e-KTP dan bisa lolos menjadi seorang PNS. Namun karena gelagat Muslim mencurigakan, Pimpinan MUI Kabupaten Teluk Wondama bergerak dan memutuskan melakukan investigsi sehingga terungkaplah jenis kelamin asli Muslim yang ternyata seorang perempuan.

    Atas dasar pertemuan yang cukup mengagetkan itu, MUI setempat membatalkan perkawinan tersebut lantaran terlarang di dalam Islam. Pasangan sesama jenis itu mampu menutupi pernikahan terlarang itu selama 5 tahun lamanya. Muslim atau yang memiliki nama asli Muslimah akhirnya dibawa ke pengadilan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu.

    Setelah melakukan proses pengadilan dan persidangan, akhirnya PN Manokwari menjatuhkan hukuman 18 bulan penjara kepada Sofyan Muslim alis Muslimah. Sofyan dan jaksa sama-sama tidak terima dan mengajukan banding. Namun sayang, banding tersebut ditolak.

    Baca juga: Survei Membuktikan Jadi Jomblo di Indonesia Lebih Bahagia, Inilah Alasannya

    “Menolak permohonan banding,” putus majelis sebagaimana dilansir website MA

    Dalam persidangan tersebut, duduk Hakim Ketua Chrisno Rampalodji dengan anggota M Legowo dan Parulina Hutahaen. Dan Muslim dinyatakan telah melanggar Pasal 266 KUHP berkenaan dengan pemalsuan akta otentik.