Serem! Begini Kronologi Kecelakaan Maut di Malang


    SURATKABAR.ID Kepolisian Polda Jawa Timur melalui Kepala Bidang Humasnya, Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera, masih terus mendalami penyebab pasti kecelakaan maut yang terjadi di Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kecelakaan yang terjadi Jumat (25/8/2017) itu melibatkan belasan kendaraan.

    “(Sopir) tengah diperiksa intensif. Kami tengah mendalami penyebab pasti kecelakaan,” ujar Frans yang dikutip dari cnnindoensia.com pada Sabtu (26/8/2017).

    Kepala Humas Polda Jatim itu menjelaskan, kronologi yang terjadi pada saat kecelakaan maut itu bermulaketika truk tronton yang dikendarai Iwan Prasetyo melaju dari arah Batu dengan kecepatan sedang. Lalu, tiba-tiba Saat tiba di depan Ruko Kertanegara, Karangploso, diduga pedal gas lengket, sehingga Iwan tidak bisa menguasai kendaraannya karena tidak bisa mengerem.

    Saat itu, Frans melanjutkan, tepat di depan tronton terdapat sebuah angkutan umum jenis mikrolet yang dikendarai oleh Suprapto. Tronton yang tak terkendali itu kemudian menabrak mikrolet dari belakang, lalu menabrak mobil Isuzu Panther yang dikendarai Supa’i dari arah berlawanan.

    Baca Juga:  Polisi Grebek Sindikat Penyebar Konten Kebencian Saracen. Siapa Mereka?

    Truk tronton yang masih melaju itu selanjutnya memakan korban k 10 sepeda motor yang tengah melintas di lokasi kejadian. Total ada sekitar 13 kendaraan yang terlibat kecelakaan maut ini.

    “Akibat kecelakaan empat orang meninggal dunia. Dua orang meninggal dunia di lokasi, dua lagi meninggal saat dalam perawatan di rumah sakit. Sebanyak 10 orang luka-luka dan satu orang masih kritis,” ujar Frans.

    Dari keempat korban tewas itu, tiga diantaranya adalah Kuswanto (30), Warsiti (54), Winarti (35) yang merupakan warga Desa Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang. Sedangkan satu orang korban meninggal lainnya bernama Sujatmiko (35), warga Sumpil Kota Malang.

    Pihak Jasa Raharja akan menyantuni seluruh korban kecelakaan lalu lintas tersebut, Korban meninggal dunia akan mendapatkan santunan masing-maisng sebesar Rp50 juta dan korban luka-luka akan dibantu biaya pengobatan maksimal sebesar Rp20 juta per orang.