Eggi Sudjana Sebut Saracen Kelompok Anti-Islam


SURATKABAR.ID pengacara yang juga seorang aktivis, Eggi Sudjana, mengatakan group penyebar isu SARA di Media Sosial, Saracen, mempunyai agenda tersembunyi di balik kegiatan mereka. Ia juga mengatakan, Saracen ditunggangi politik.

“Saya tak percaya motif ekonomi. Ini motif politik. Memecah belah bangsa. Bangsa kita pecah. Ini anti-Islam,” ujar Eggi dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (26/8/2017) yang dikutip dari detik.com

Eggi pun merasa keberatan jika dirinya di panggil polisi sebagai saksi, karena ia merasa namanya dicatut tersangka sebagai dewan pembina. Eggi mengatakan polisi sebaiknya lebih teliti dan berusaha memeriksa pihak lain.

“Kalau saya diperiksa, ini saya dijadikan target, Saya minta DPN pendukung Jokowi juga terlibat. Si Sunni Ahok dianggap membiayai. Kenapa nggak meriksa ini,” kata Eggi.

Mantan calon Gubenur Jawa Barat pada tahun 2013 itu pun mengaku tak tahu apa-apa mengenai Saracen dan gerombolanya. Menurutnya, polisi wajib menyelidiki kebenaran nama-nama pengurus grup Saracen, bukan malah memanggil dirinya.

Baca Juga: Mantan Kader Demokrat Ini Blak-Blakan Soal Langkah AHY di Pilpres 2019

Sebelumnya, Polisi menangkap tiga orang pengelola Saracen. Lewat media sosial, seperti Facebook dan twitter, Saracen menyebarkan konten berisi ujaran kebencian. Bahkan, Saracen mengelola situs berita khusus untuk memuaskan pemesan.

Dilansir dari cnnindonesia.com pada Jumat (25/8/2017), Kepolisian membenarkan, konten bermuatan SARA yang disebarkan sindikat Saracen merupakan pesanan dari pihak tertentu. Mereka tarif puluhan juta untuk setiap konten yang mereka produksi dan sebarkan.

Menurut pengamat media sosial Nukman Luthfie, maraknya bisnis kebencian itu tidak bisa dilepaskan dari panasnya situasi politik di Indonesia. Ia juga berpendapat selalu ada pihak yang tidak suka kepada pihak lagi, bisa pemerintah, partai politik, tokoh politik, agama, hingga suku tertentu.

“Pasar itu ada, kemudian diisi oleh orang-orang yang berani supply konten-konten yang dipesan sama mereka,” kata Nukman.