Keterlaluan! Video Anak Kecil Ditampar Saat Belajar Menghitung Ini Bikin Sakit Hati

    Benar-benar tak punya perasaan!


    SURATKABAR.ID – Semua orang punya waktu tersendiri untuk mempelajari sesuatu. Mengapa? Karena bidang kecerdasan tiap individu berbeda-beda. Misal, individu yang tajam di bidang logika-matematika belum tentu brilian dalam bidang olahraga yang notabene tinggi kecerdasan kinestetik-jasmaninya. Demikian juga sebaliknya. Sama halnya bagi seorang anak yang tengah mempelajari sesuatu untuk pertama kalinya. Namanya juga masih belum berpengalaman, belajar sesuatu untuk pertama kalinya bagi si anak tentu akan lebih sulit ketimbang orang dewasa. Dengan demikian, guru dan orang tua harus selalu ekstra sabar saat mengajari mereka.

    Namun, cara wanita ini untuk mengajari seorang gadis kecil telah memicu kemarahan netizen di media sosial Instagram. Dalam video mengerikan yang diyakini telah direkam di India ini, terlihat seorang gadis kecil yang sepertinya berusia 3-5 tahun sedang belajar Matematika dari seorang wanita. Dia berjuang untuk menghitung secara benar, namun wanita itu terdengar sangat frustrasi mengajarinya. Wanita itu bahkan berteriak dan mengancam gadis kecil itu.

    Gadis kecil itu kemudian memohon untuk diajar dengan sedikit cinta dan tentunya kesabaran. “Maukah kamu mengajari saya dengan penuh kasih? Kepalaku akan meledak,” katanya sambil memohon dengan isak tangis, seperti dikutip dari liputan viral4real via Brilio.net, Sabtu (26/8/2017).

    Tak diketahui dengan pasti identitas wanita itu, apakah ia merupakan ibu si gadis kecil atau hanyalah seorang guru les.

    Baca juga: Wiranto: Dulu Saya Pernah Berpikir Nanti Masyarakat Akan Muak dengan Ujaran Kebencian, Tapi…

    Akun Instagram @virat.kohli menuliskan dalam keterangan video tersebut, “The fact that the pain and anger of the child is ignored and ones own ego to make the child learn is so massive that compassion has totally gone out of the window. This is shocking and saddening to another dimension. A child can never learn if intimidated. This is hurtful.”

    Yang bila diterjemahkan bebas berarti “Faktanya, rasa sakit dan amarah anak ini diabaikan demi memuaskan ego seseorang yang begitu besar agar anak itu mau belajar, sehingga belas kasih menjadi benar-benar lenyap. Hal ini mengejutkan dan sangat-sangat menyedihkan. Seorang anak tidak pernah bisa belajar jika diintimidasi. Ini menyakitkan.”

    Berbagai kecaman dan ungkapan amarah sumpah serapah serta keprihatinan tentunya membanjiri kolom komentar video tersebut.

    @duesu_tre: Idiot mommy, give that child to me i will do better than that idiot mom.

    @30moonmoon: Like this child get easily abuse, once who already got threaten, harash, discriminated from their own parents. And slowly they end up sucide. Coz she is a girl thats why ….. Hope this lil girl take revenge to that lady one day…

    @swapnil_paliwal: Find video maker and beat.

    @virat2003: Omg its so hurt full no one can learn anything from that behavior… it’s shocking that there is some parenta they r not able to be parents. Sadness part of this video is the girl say that plz pyar se padhawo….

    9 Tipe Kecerdasan Majemuk Manusia Menurut Howard Gardner yang Perlu Diketahui

    Howard Gardner merupakan tokoh pendidikan dan psikologi terkenal yang mencetuskan teori tentang kecerdasan majemuk atau multiple intelligences. Ia berkebangsaan Amerika yang lahir dengan nama lengkap Howard Earl Gardner pada tanggal 11 Juli 1943 di Scranton, Pennsylvania.

    Dalam dunia akademis, orang yang sering dipanggil cerdas adalah mereka yang mampu mengerjakan soal matematika atau bidang sains yang mengedepankan berhitung dan sejenisnya. Namun ilmu psikologi pengembangan modern dewasa ini telah membuktikan hal itu SALAH! Berbagai tokoh psikologi modern telah menemukan berbagai bentuk kecerdasan lain. Pendapat tentang sembilan jenis kecerdasan ini salah satunya diungkapkan oleh Howard Gardner.

    Semua orang memiliki sembilan jenis kecerdasan ini. Hanya saja, akan selalu ada perbedaan signifikan di bagian mana seorang individu menonjol. Berikut sembilan jenis kecerdasan yang dimiliki manusia, sebagaimana dilansir dari IDNTimes.

    1. Kecerdasan spasial: Sanggup menggambarkan dunia dalam bentuk tiga dimensi.

    Kecerdasan ini membuat kita sanggup memperhitungkan jarak, volume, bentuk, detil, pola, warna dan ciri-ciri fisik dari sebuah objek. Makin cerdas kemampuan spasial seseorang, maka semakin akurat kemampuannya dalam menyusun sebuah bentuk. Misalnya dalam pembuatan peta, maket bangunan dan bahkan mengemudikan kendaraan. Profesi untuk mereka yang jenius di bidang ini adalah arsitek, fotografer, designer, pilot, insinyur.

    2. Kecerdasan naturalis: Memahami kebutuhan makhluk hidup.

    Kecerdasan ini membuat kita pandai merasakan pertanda alam. Selain itu dengan kemampuan ini, manusia juga bisa mengerti kebutuhan dari makhluk hidup lainnya. Contohnya seperti memahami kebutuhan tanaman akan kandungan unsur hara dari ciri-ciri daun atau bahkan mengerti “apa yang tengah dibicarakan” hewan peliharaan Anda. Profesi yang cocok untuk mereka yang tinggi kecerdasan naturalisnya yakni petani, nelayan, pendaki (para pecinta alam) dan pemburu.

    3. Kecerdasan musikal: Mencerna suara dan membedakan tinggi-rendahnya nada.

    Kecerdasan musikal akan membuat kita memahami tinggi-rendahnya nada, ritme, dan puncak nada ketika mencerna suatu suara. Contoh sederhananya ketika seorang musisi langsung mengetahui kunci nada hanya dalam sekali kesempatan mendengar lagu tertentu. Musisi, konduktor, pencipta lagu dan penyanyi kerap memiliki kecerdasan musikal yang tinggi.

    4. Kecerdasan logika-matematis: Memiliki kemampuan analisa dengan metode berhitung.

    Kecerdasan logika-matematis berhubungan dengan kemampuan berhitung, mengkuantifikasi sesuatu hal, membuat hipotesis, dan membuktikannya lewat nalar ilmiah. Kecerdasan inilah yang sering kita lihat sehari-hari disekolah atau kampus. Ilmuwan, akuntan dan programmer adalah contoh dari mereka yang tinggi kecerdasan logika-matematikanya.

    5. Kecerdasan eksistensial: Menemukan esensi dan alasan filosofis.

    Orang-orang sebenarnya memiliki kecerdasan ini. Kecerdasan eksistensial mulai muncul saat kita remaja. Pada saat itu, biasanya kita mempertanyakan mengenai jati diri dan diri kita yang sejati. Namun bagi mereka yang sangat tinggi dalam kecerdasan eksistensialnya, maka kemampuan dalam menyeimbangkan moral, iman dan subjektivitasnya pun akan sangat tinggi. Mereka cocok untuk menjadi filsuf dan teolog, para pemuka dan ahli agama.

    6. Kecerdasan interpersonal: Merasakan emosi orang lain.

    Manusia memang makhluk yang berbeda. Perlu kemampuan khusus untuk mendeteksi kebutuhannya. Selain itu, mereka juga dibekali dengan kemampuan simpati dan empati—kepekaan tertentu dalam bersosialisasi. Kemampuan untuk merasakan perasaan orang lain, motif mereka, intensi, motivasi, watak dan temperamen orang lain termasuk dalam kecerdasan interpersonal ini. Sehingga profesi yang cocok bagi mereka yang brilian di bidang ini adalah pekerja sosial, networker, negosiator, guru, psikolog, psikiater.

    7. Kecerdasan kinestetik-jasmani: Mampu menyelaraskan pikiran dan koordinasi gerak anggota tubuh.

    Kecerdasan kinestetik-jasmani membuat kita mampu menyelaraskan pikiran dan tubuh. Semakin cerdas kinestetik-jasmani seseorang, tubuhnya semakin mudah digerakkan sesuai dengan pikirannya. Para atlet bela diri dan olahragawan biasanya memiliki kecerdasan ini, ketika mereka menyusun strategi dalam sepersekian detik untuk menjatuhkan lawannya. Yang lainnya adalah pengrajin, montir, penjahit, perakit model dan penari.

    8. Kecerdasan linguistik: Kemampuan untuk memilih kata yang tepat digunakan dalam berkomunikasi.

    Kecerdasan linguistik membuat kita mampu memilih kata dan metode yang tepat dalam berkomunikasi. Akibatnya adalah efek persuasif pada orang yang membaca tulisan atau mendengarkan pembicaraan kita menjadi makin besar. Sehingga profesi penulis, jurnalis, pengacara dan penyair merupakan mereka yang dapat dipastikan menonjol di tipe kecerdasan linguistik.

    9. Kecerdasan intra-personal: Sanggup mengenali kebutuhan diri sendiri.

    Ada manusia yang sanggup mengidentifikasi dirinya sendiri. Ia mampu merasakan apa yang sesungguhnya ia inginkan dan butuhkan dalam hal kontemplasi dan introspeksi. Ciri-ciri itu adalah tanda bahwa orang tersebut memiliki kecerdasan intra-personal yang sangat berkembang. Contoh profesi mereka yang jenius di bidang ini adalah konselor dan teolog.

    Baca juga: Tertangkap! Peredaran 9 Kilogram Sabu Digagalkan Polisi di Sampang

    Semua orang diberkahi dengan kemampuannya masing-masing. Jangan paksakan ikan untuk terbang dan burung untuk berenang karena itu semua adalah kesia-siaan.