Waspada! Ternyata Ada Bahaya Tersembunyi dari Botol Plastik Kemasan Air Mineral


SURATKABAR.ID Air merupakan suatu kebutuhan bagi tubuh kita, setidaknya manuisa membutuhkan dua liter air dalam sehari. Namun, bagaimana jika air yang diminum wadahnya bisa mempengaruhi kualitas dari air tersebut?.

Seperti yang dikutip dari republika.co.id pada Jumat (25/8/2017), Berbagai studi pun mengungkap sejumlah bahaya tersembunyi pada botol plastik air mineral kemasan. Berikut enam bahaya tersembunyi pada botol plastik air mineral kemasan.

Zat kimia berbahaya

Salah satu pakar biokimia dari Universitas Texas, Cheryl Watson mengungkapkan, kemasan pada botol plastik bisa mempengaruhi kualitas air dengan zat kimia berbahaya. Dirinya memberi contoh dengan paparan suhu tinggi seperti terik matahari memicu beberapa jenis plastik merilis zat kimia bisphenol A (BPA) atay bisphenol S (BPS).

Masalah reproduksi

Penelitian pada 2013 lalu yang terbit di jurnal Reproductive Toxicology, mengaitkan zat kimia BPA dengan masalah reproduksi. Rangkuman dari 91 studi tersebut menemukan Level tinggi BPA pada darah dan urine  pria dan wanita yang mengupayakan bayi tabung tercatat lebih sulit menyebabkan kehamilan.

Risiko Penyakit Jantung

Jurnal Circulation pada 2012, mengulas Kaitan level tinggi BPA yang ada pada botol plastik dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Meski korelasinya bukan bersifat kausalitas, peneliti tersebut menyimpulkan bahwa BPA akan memicu tekanan darah tinggi, yang merupakan faktor utama dari penyakit jantung.

Bakteri berbahaya

Mengisi lagi botol plastik kemasan yang sudah terpakai akan berpotensi membuat tubuh kita terpapar bakteri dan virus. Profesor milkrobiologi Universitas Arizona Charles Gerba menjelaskan, mikroorganisme berbahaya tersebut termasuk norovirus yang menyebabkan gangguan pencernaan, juga penyebab flu dan batuk.

Baca Juga: Din Syamsuddin Minta Pemerintah Tak Lepas Tangan Soal Kasus First Travel

Paparan zat karsinogen

Mengisi ulang botol plastik dengan air yang tidak difilter juga bisa menyebabkan peningkatan risiko terpapar zat karsinogen sebagai pemicu kanker. Laopran dari Environmental Working Group (EWG) Amerika pada 2017 menyebutkan, didalanya juga termasuk zat tidak baik dikonsumsi yaitu kromium dan nitrat.

Buruk bagi lingkungan

Kurang dari satu persen Dari seluruh botol kemasan plastik yang beredar yang bisa didaur ulang lebih dari sekali. Studi tersebut diungkapkan oleh Science Advances, mereka juga memprediksi, pemakaian terus-menerus botol plastik kemasan itu akan menghasilkan lebih dari 26 juta pon atau 11,7 juta kilogram sampah plastik di seluruh dunia pada 2050.