Din Syamsuddin Minta Pemerintah Tak Lepas Tangan Soal Kasus First Travel


SURATKABAR.ID Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sirajuddin Syamsuddin, meminta pemerintah, utamanya Kementerian Agama untuk tidak lepas tangan dalam kasus umrah bodong First Travel.

”Saya harapkan Kementerian Agama tidak boleh lepas tangan, harus ikut bertanggung jawab, tidak hanya secara hukum tetapi juga secara moral,” kata Din Syamsuddin di Jakarta, Rabu (23/8/2017) yang dikutip dari laman kompas.com

Kasus First Travel terjadi karena lemmahnya pengawasan yang dilakukan oleh kemenag yang memberikan izin biro perjalanan umrah, merurut Din.

“Saya menilai ini terjadi karena lemahnya pengawasan bahkan mungkin ada pengabaian, ada pembiaran, sehingga hal-hal seperti ini dibiarkan. Begitu ada masalah besar kita ribut-ribut,” kata mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

Din meminta nantinya akan ada pembenahan yang serius yang dilakukan oleh pemerintah terhadap sektor Travel Ibadah dengan belajar pada kasus First Travel saat ini.

“Ini harus diatur oleh negara, membenahi penyelenggaraan umrah dan juga haji. Ini jangan anggap remeh, hampir 60 ribu calon jemaah menjadi korban. Perlu diusut setuntas-tuntasnya,” kata dia.

Baca Juga:  Momen Lucu Saat Menag Lukman Dikira Dokter Puskesmas oleh Jemaah Haji Asal Jember

Din menambahkan, kasus ini harus menjadi pembelajaran bagi semua. Jangan sampai terulang lagi dan semua pihak Travel ibadah haji dan umrah perlu menyadari bahwa kegiatan bisnis ini merupakan kegiatan untuk beribadah.

Pada waktu yang sama, Bareskrim Polri akan mengembalikan paspor calon jamaah agen perjalanan First Travel yang disita untuk kepentingan penyidikan, mulai Jumat (25/8/2017).

Kepala Unit V Subdit V Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri AKBP Rivai Arvan mengatakan, nantinya pihak Bareskrim akan menghubungi satu persatu korban yang paspornya tertahan.

“besok itu pihak bareskrim yang menghubungi para agen atau perorang jika dokumen paspor sudah siap dikembalikan,” ujar Rivai melalui pesan singkat, Kamis (24/8/2017) yang dikutip dari jpnn.com.