Momen Lucu Saat Menag Lukman Dikira Dokter Puskesmas oleh Jemaah Haji Asal Jember


SURATKABAR.ID – Menag Lukman didampingi Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar Ali, Direktur Bina Haji Khoirizi HD, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, Kabiro Humas Mastuki, dan Kadaker Mekah Nasrullah Jasam, mengunjungi sejumlah hotel tempat jemaah haji Indonesia menginap pada Rabu (23/8/2017) kemarin. Ada kejadian lucu saat salah satu jemaah asal Jember bernama Muarif (69) berinteraksi dengan sang Menteri Agama. Pasalnya, alih-alih mengenali Lukman sebagai Menag, Muarif mengira Lukman adalah dokter puskesmas yang pernah ditemuinya.

Hotel yang ditempati Muarif dan jemaah asal Jember tersebut berjarak kurang lebih 1 kilometer dari Masjidil Haram. Saat Lukman datang, beberapa jemaah lansia tengah duduk melantai di lorong hotel. Kehadiran Menag Lukman pun menghebohkan para jemaah haji Indonesia, baik yang berada di lobi maupun kamar hotel. Namun, ada satu anggota jemaah pemondokan yang tak mengenal Lukman sebagai Menteri Agama.

Muarif (69) terlihat santai melihat kedatangan Menag Lukman. Bahkan, calon haji asal Jember, Jawa Timur, ini mengira Menag Lukman sebagai dokter dari puskesmas saat ditanya fasilitas hotel. Demikian melansir reportase Liputan6.com, Kamis (24/8/2017).

“Bagaimana Pak, hotel dan makanannya?” tanya Menag Lukman di salah satu hotel jemaah haji Indonesia, Mekah, Rabu (23/8/2017).

Baca juga: Tawarkan Suap Rp 10 Miliar dan Sempat Kabur, 2 Warga Malaysia Penyelundup Sabu Terpaksa Ditembak Mati

Mendengar pertanyaan ini, Muarif pun menjawab sekaligus bertanya tentang sosok Menag Lukman.

“Saya dari Jember, Pak, baik semuanya baik. Loh, ini Pak dokter ya yang pernah ceramah di puskesmas?” tanya Muarif dengan logat Madura yang khas, melansir Detik.com.

Tak pelak pertanyaan polos Muarif ini mengundang tawa jemaah yang ada di sekitarnya, tak terkecuali Menag Lukman yang sekaligus merupakan Amirul Hajj (pemimpin ibadah haji).

Kangen Sayur Asem

Dalam setiap kunjungan ke beberapa hotel, Menag dan rombongan disambut meriah. Apalagi bagi jemaah yang baru pertama kali bertemu pejabat setingkat menteri. Mereka memanfaatkan kegiatan itu untuk foto-foto.

Di lobi tempat hotel Muarif menginap, jemaah riuh ingin berfoto bersama Lukman. Beberapa juga berswafoto. Sementara di bagian lain, Muarif baru menyadari telah disambangi Menag yang juga Amirul Hajj (pemimpin ibadah haji).

“Iya Pak Menteri ini mirip Pak Dokter,” tutur Muarif polos.

Sebelum menemui Muarif, Menag Lukman lebih dulu menemui ibu Oriza Irnanda, anggota jemaah Kloter 11 dari Tangerang Selatan, di Hotel  Al Murjan Royal, Sektor 6, Syisyah Raudhah.

Kepada Menag, Oriza mengungkapkan kerinduannya memakan makanan khas Indonesia.

“Saya kangen makan sayur asem, Pak,” ujar Oriza, Rabu (23/8/2017).

Menag Lukman pun tertawa mendengar pernyataan Oriza. Dia lalu menerangkan bahwa layanan katering pada H-5 dari puncak Wukuf akan dihentikan pada 31 Agustus 2017.

Baca juga: Hadiri Ultah FPI, Ketua Persekutuan Gereja Indonesia: Kami Tidak Ada Sekat dengan FPI

Dia menyebutkan, layanan katering untuk jemaah calon haji dihentikan sementara bukan lantaran tak ada makanan, tapi memang layanannya tidak memungkinkan di tengah lalu lintas yang sangat macet.

“Ini juga berlaku bagi jemaah negara lain. Perusahaan katering tidak ada yang mau ambil risiko,” tukas Menag Lukman.