Elza Syarief Beberkan Peranan Anas Urbaningrum dalam Korupsi e-KTP


    SURATKABAR.ID – Peran Anas Urbaningrum dalam kasus korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) dibeberkan pengacara Elza Syarif, saksi terhadap terdakwa Miryam S. Haryani yang diduga memberikan keterangan palsu terkait korupsi e-KTP di pengadilan. Selain itu, Elza juga mengungkap peran Setya Novanto dan alur proyek korupsi e-KTP dari Nazaruddin.

    “Sangat detail membagi dalam tiga tahap, tahap perencanaan, mengajukan persetujuan anggaran, lalu tahap pelaksanaan,” kata Elza ketika menjadi saksi di pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Senin (21/8/2017), dilansir dari tempo.co.

    Pernyataan itu Elza katakan dengan mengutip informasi yang diterimanya dari Nazaruddin yang disebutnya hanya mengetahui proyek e-KTP pada tahap perencanaan. Itu karena Nazaruddin sendiri keburu dijerat kasus korupsi proyek Hambalang.

    Elza mengungkapkan bahwa dirinya mengetahui peran Anas dalam kasus e-KTP dari Nazaruddin. Saat itu, katanya, Anas masih jadi anggota DPR. Anas bertugas bertanggung jawab untuk melancarkan anggaran proyek berkenaan dengan posisinya sebagai pimpinan di Partai Demokrat.

    Baca Juga: Jadi Saksi Fakta Buni Yani, Ahmad Dhani Malah Curhat Soal Mulan Jameela

    Nama Anas Urbaningrum sendiri sudah disebut dalam dakwaan jaksa penuntut umum yang dibacakan di Pengadilan Tipikor untuk terdakwa kasus korupsi e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong, awal Maret 2017 lalu. Anas disebut menerima uang dari Andi beberapa kali. Semula, ia menerima US$ 500 ribu yang diberikan melalui Eva Ompita Soraya. Kemudian, April 2010, Anas kembali menerima uang US$ 2 juta dari Andi yang diberikan melalui Fahmi Yandri. Uang tersebut lantas digunakan untuk biaya akomodasi kongres Partai Demokrat di Bandung.

    Sebagian uang itu juga diketahui diberikan kepada Khatibul Umam Wiranu sebesar US$ 400 ribu yang saat itu berposisi sebagai anggota Komisi II dan kepada Mohammad Jafar Hafsah sebesar US$ 100 ribu selaku Ketua Fraksi Demokrat. Lalu, Oktober 2010, Andi Narogong kembali memberi Anas uang sebesar US$ 3 juta. Saat itu, KPK juga sudah beberapa kali memeriksa Anas Urbaningrum.

    Di dalam persidangan yang dijalani Elza itu, ia mengaku pertama kali mengetahui proyek e-KTP Nazaruddin. Saat itu Elza masih menjadi pengacara Nazaruddin.

    Ia juga mengungkapkan bahwa Nazaruddin pernah menceritakan nama-nama anggota DPR yang terlibat di dalam proyek e-KTP. Lantas menurutnya, Nazaruddin menyebut bahwa proyek itu dipimpin oleh Anas Urbaningrum dan Setya Novanto.

    Sementara Anas bertugas melancarkan anggaran proyek, ucap Elza, Setya Novanto bertugas mencari pengusaha-pengusaha yang mampu mengurus proyek senilai Rp 5,9 triliun itu.