Kapolri Minta Pengunggah Video Oknum Polisi Pungli Diperlakukan Seperti Ini


SURATKABAR.ID – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memerintahkan Kapolda Kalimantan Selatan yakni Brigadir Jenderal Polisi Rachmat Mulyana untuk memberikan apresiasi terhadap sopir yang sebelumnya mengunggah video oknum polisi yang terlibat dalam pungutan liar alias pungli.

“Kalau peristiwa (pungli) itu benar, maka pengunggah tidak dipidanakan justu dikasih reward (penghargaan) karena melaporkan anggota Polri yang mengkhianati institusinya,” kata Tito melalui keterangan tertulis di Jakarta Sabtu (19/8/2017), seperti yang dilansir di Antaranews.com

Tito menegaskan jika tindakan suap memberikan konsekuensi hukum terhadap penerima maupun pemberi, namun jika itu terjadi sesuai dengan fakta maka oknum anggota Polri yang akan diproses hukum. Dan lebih lanjut lagi, Tito menyebutkan jika pengunggah video pungli yang tidak sesuai fakta kan dikenakan undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Baca juga: Viral Video Warga Keliling Kota Bawa Bendera Malaysia Terbalik, Netizen: Gimana Perasaan Kau?

Dan terkait dugaan pungli yang dilakukan oleh anggota Polri di wilayah hukum Polda Kalimantan Selatan, Tito menginstruksikan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri dan Kapolda untuk menurunkan tim guna menindaklanjuti laporan tersebut.

Dan sementara itu, Brigjen Polisi Rachmat Mulyana selaku Kapolda Kalimantan Selatan tidak membantah oknum anggota Polres Hulu Sungai Tengah yang bertugas di Polsek Labuan Man Selatan yakni Aiptu MM dan Bripka DB terlibat dalam tindakan pungli.

Sebelumnya, beredar video yang tersebar di media sosial yang menayangkan oknum polisi lalu lintas yang meminta uang kepada para sopir. Dan akibat dari viralnya video tersebut, banyak netizen menyampaikan tanggapan negatif sampai Kapolda Kalimantan Selatan memerintahkan tim untuk memeriksa ulah kedua oknum polisi tersebut.

Baca juga: Cak Imin Kritik Jokowi Soal Unit Kerja Pancasila

“Setelah dilakukan penyelidikan ternyata peristiwa itu benar, saat ini oknum tersebut dilakukan pemeriksaan dan akan diproses hukum,” ujar Rachmat.

Dan pada Senin (21/8/2017) tadi, Kapolda Kalimantan Selatan telah menyerahkan penghargaan terhadap sopir yang mengunggah video aksi pungli tersebut.