Wimar Witoelar: SBY Itu Bukan Politisi, Tapi…


SURATKABAR.ID Kemunculan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhir – akhir ini dalam percaturan politik jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, menarik perhatian banyak pihak. Salah satunya adalah tokoh Wimar Witoelar.

Mantan Juru Bicara Presiden keempar Abdurrachman Wahid atau Gusdur ini, berpendapat bahwa sebenarnya SBY bukanlah seoranh politisi. SBY bisa masuk dalam lingkaran politik, lanyaran menang dan jadi Presiden karena murni mendapat dukungan.

“Sama seperti orang yang nggak pernah main tenis, ya dia main Wimbledon (pertandingan Tenis), tapi babak pertama kalah. SBY bukan politican, ya dia menang karena dukungan,” ujar Wimar di Kantor DPP Partai Solidaritas Indonesia, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Jumat (18/8/2017), seperti dikutip dari Suara.com.

Baca juga: Megawati dan SBY Bertemu, Akankah Demokrat Merapat ke Pemerintah?

Wimar mengeluarkan pernyataan tersebut, lantaran melihat sikap SBY yang belakangan terus melakukan gerilya politik, seperti misalnya beretemu dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, serta adanya pertemuan antara putra pertama SBY dengan putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka di Istana belum lama ini.

Belum lagi momen pertemuan SBY dengan mantan Presiden kelima Megawati Soekarnoputri di upacara peringatan HUT RI ke 72 tahun.

Meski begitu, Wimar menilai SBY merupakan orang yang memiliki kepribadian baik, namun bukan orang yang cerdas berpolitik. Ia pun mengapresiasi geriliya politik yang dilakukan SBY.

“Dia orang baik, saya pernah satu kantor sama dia loh, satu tahun doang. Dia orang baik, orang santun tapi bukan orang cerdik. Bagus dia bergirliya, daripada dia menggercokin hidup orang lain.

Baca juga: Pertama di Era Jokowi, SBY dan Keluarga Hadiri Upacara Kemerdekaan di Istana

Secara mendalam, Wimar juga menyatakan bahwa pertemuan antara SBY-Megawati tersebut bisa memberikan aura positif bagi suasana politik di Indonesia. maka dari itu ia memuji kepemimpinan Jokowi sama halnya dengan mantan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

“Tidak membawa suasana panas, dan mungkin membawa suasana sejuk, dia adalah pemimpin negara yang sekarang langka, menghindari peningkatan suasana panas, misalnya Donal Trump, Kim Jong Un bikin panas terus, pemimpin Inggris menambah suasana panas. Tapi kalau Jokowi itu seperti Macron dan seperti siapa yah jarang itu justru menyejukan. Dia sisa-sisa politisi yang jarang di Indonesia,” tandasnya.

  http://credit-n.ru/zaymyi-next.html


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaHadiri Milad FPI Ke-19, Anies Baswedan: Bukan Mengancam, Harus Hadir Justru Merawat Kebhinnekaan
Berita berikutnyaTernyata Ini yang Sebabkan Orang Percaya Bumi Datar