Datang ke ITB, Menteri Susi Pudjiastuti Minta Maaf. Untuk Apa?


SURATKABAR.ID –Jumat (18/8/2017) pagi, Menteri kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti datang ke Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk memberikan kuliah umum bertajuk “Realitas Bangsa di Bidang Karya Sosial Masyarakat dan Sosial Politik”. Kuliah umum tersebut dihelat di Gedung Sasana Budaya Ganesha atau yang kerap disebut Sabuga.

Menteri Susi tiba di pelataran Sabuga sekitar pukul 09.30 WIB. Keluar dari mobil, Susi mengibaskan rambutnya yang sedikit tercat warna ungu. Kemudian ia melepas kacama hitamnya. Kedatangannya disambut langsung Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi. Begitu keduanya saling berhadapan, kalimat pertama yang terlontar dari mulut Susi adalah permohonan maaf.

“Maaf ya saya pakai sandal, kaki saya lagi sakit soalya,” kata Menteri Susi Pudjiastuti pada Rektor ITB itu seperti diberitakan kompas.com.

Menteri Susi dalam lawatannya itu mengenakan pakaian batik yang didominasi dengan warna ungu. Sandal atau sepatu sandalnya sendiri berwarna hitam. Didampingi Prof. Kadarsah, Susi pun melenggang masuk Sabuga. Sontak, ribuan mahasiswa baru ITB yang sudah menunggu pun langsung menghujaninya dengan tepukan tangan.

Berdasarkan keterangan Kasubdit Humas dan Publikasi ITB, Fivien Nur Savitri, acara yang akan diisi oleh Menteri Susi itu adalah acara Orientasi Studi keluarga Mahasiswa (OSKM) yang secara rutin digelar pada tiap tahunnya. Fivien menjelaskan, OSKM merupakan suatu rangkaian penyambutan dan pengenalan bagi mahasiswa baru ITB.

Baca Juga: Tukaran Baju Adat, Putri Jokowi dan Calon Suami Didoakan Netizen Begini

Sementara itu, Prof. Kadarsah menyebut bahwa kedatangan Susi saat itu memecahkan rekor jumlah peserta yang hadir. “Hari ini memecahkan rekor, ini adalah terpenuh pesertanya dalam sejarah (ITB),” kata Kadarsah dalam sambutannya, dilansir dari sindonews.com.

Kadarsah lantas memberi sanjungan pada Susi yang dinilainya sebagai manusia yang luar biasa. “Beliau seorang menteri tapi juga anak saleh, beliau memuliakan ibunya. Beliau manusia biasa yang luar biasa,” papar Kadarsah seraya menampilkan foto Susi tengah menggendong ibunya pada layar lebar.

Tiba gilirannya menyampaikan materi, Susi membuka kuliahnya dengan memberi apresiasi pada mahasiswa di hadapannya. “Gemuruh dan sambutannya luar biasa,” kata Susi.

“Gemuruh dan suara semangat muda itu yang membuat saya berpikir, kalau Indonesia punya ini semua bersatu menjadi satu, kita pasti bisa kalau kita mau,” pungkasnya.