Begini Komentar PPP Tentang SBY yang Bersalaman dengan Megawati


SURATKABAR.ID  Jabatan tangan yang dilakukan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarno putri dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Merdeka banyak mendapat tanggapan.

Pada momen upacara HUT RI ke-72 di Istana Negara tersebut kedua mantan presiden ini bertemu pertama kali setelah kondisi politik keduanya yang dianggap kaku. Ini merupakan simbol agar kehangatan tersebut diikuti oleh para pengikut kedua tokoh bangsa ini.

“Saya berharap hal ini menjadi momentum mencairnya kebekuan diantara pimpinan-pimpinan bangsa. Silaturahmi itu tidak pernah nggak baik. Kalau Bu Mega dan Pak SBY salaman, pesan simboliknya adalah adanya kehangatan yang akan diteruskan ke seluruh pengikut kedua tokoh bangsa,” ujar  Ketua umum PPP Romahurmuziy melalui pesan singkat, Kamis (17/8/2017) yang dikutip dari detik.com.

Romi sapaan akrab dari Romahurmuziy mengatakan, dirinya menyambut baik jabat tangan antara SBY dan Megawati. Apalagi kedua tokoh ini diketahui terlibat ‘perang dingin’ yang diduga dimulai setelah SBY mundur sebagai Menko Polhukam menjelang Pilpres 2004.

“Salaman keduanya bisa diibaratkan panas setahun terhapus dengan hujan sehari. Maka bygone be bygone, yang sudah berlalu biarlah berlalu. Sebagai manusia, keduanya pasti ada kelebihan dan kekurangan, namun yang pasti kedua beliau pernah menjadi pemimpin kita,” ujar Romi.

Baca Juga: Muhaimin Bilang Jika Manuver Pilpres Ganggu Kerja Pemerintah

Romi berharap, komunikasi antara SBY dan Megawati kembali terjalin harmonis dan intens, sehingga bisa bersama-sama mencari solusi untuk masalah bangsa yang ada.

“Karenanya ke depan marilah kita sama-sama bergandengan tangan, karena masalah bangsa ini terlalu kompleks kita selesaikan sendirian,” ajak Romi.

Sebelum hari ini, tercatat setidaknya ada 6 momen salaman SBY-Megawati sejak tahun 2009. Pada 2009 SBY dan Megawati bersalaman sebanyak dua kali dalam momen Pilpres. Kala itu SBY dan Megawati bertemu saat pengambilan nomor urut di KPU. Kemudian salaman keduanya terjadi setelah penyerahan berita acara penetapan calon dan nomor urut Pilpres 2009.

Pada 2010 SBY-Megawati hanya sekali bersalaman. Jabat tangan itu terjadi saat Peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan.

Kemudian pada 2011, SBY dan Megawati terlihat satu kali berjabat tangan. Saat itu Megawati mendampingi suaminya Taufiq Kiemas yang menerima penghargaan Bintang Republik Indonesia Adipradana di Istana Merdeka.  Pada 2012, SBY dan Megawati kembali bersalaman pada momen penyerahan gelar pahlawan nasional kepada Soekarno di Istana Negara.

Selanjutnya pada 2013 adalah jabat tangan terkahir sebelum mereka berjabat tangan di Istana Negara pada tahun 2017. Sayangnya, momen terakhirnya  SBY bersalaman dengan Megawati adalah saat melayat Taufieq Kiemas.