Abu Bakar Baasyir Dapat Remisi, Ini Sebabnya


SURATKABAR.ID Abu Bakar Baasyir Satu dari sekian narapidana terorisme yang mendapat remisi atau pengurangan hukuman sebanyak tiga bulan. Pada hari kemerdekaan RI ke-72, beberapa narapidana terorisme mendapat remisi dari negara.

“Iya tiga bulan,” kata Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Hamonangan Laoly di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Anak Wanita Tangerang, Banten, Kamis (17/8/2017) yang dikutip dari tribunnews.com.

Laoly mengatakan, Pengurangan remisi tersebut dikarenakan, Abu Bakar Baasyir telah mendapatkan status sebagai saksi pelaku yang bekerja sama atau justrice collaborator dari Densus 88. Menurut Laoly, ketentuan tersebut sudah diatur mengenai pemberian remisi pada PP No 99 tahun 2012.

“Kalau sudah ada dari Densus JC-nya kami berikan. Jadi pokoknya prosedurnya karena PP 99 kan itu. Satu lagi kan dia uzur. Udah tua ya,” ucap mantan anggota DPR RI di Komisi II itu.

Sementara itu, Abu Bakar Baasyir merupakan terpidana 15 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN), Jakarta Selatan setelah dinyatakan terlibat dalam pendanaan latihan teroris di Aceh dan mendukung terorisme di Indonesia.

Pada saat ini Abu Bakar Baasyir berada di sel isolasi di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor untuk menjalani sisa masa hukuman.

Baca Juga: Fahri Hamzah Samakan Novel Baswedan dengan Koruptor BLBI

Selain Baasyir, ada beberapa narapidana yang mendapatkan remisi, bahkan lima narapidana mendapatkan remisi bebas kurungan penjara mulai hari ini antara lain, Agus Abdillah Bin Rojihi (alm) dan Mohammad Thorik Bin Sukara (alm) dengan pidana 7 tahun penjara.

Adaj juga, Sukardi Bin Ramlan dengan pidana 4 tahun 2 bulan penjara, Oman Rochman dengan pidana 9 tahun penjara, serta Anshar Apriadi Bin Anwar Asis Manggung dengan pidana 3 tahun 6 bulan penjara.

Seperti yang diwartakan kompas.com pada kamis (17/8/2017), diketahui, sebanyak 92.816 narapidana dan tahanan menerima remisi pengurangan masa tahanan dan remisi langsung bebas pada peringatan kemerdekaan ke-72, Kamis (17/8/2017).

Pemberian remisi tersebut merupakan kewajiban negara dalam memenuhi hak-hak narapidana yang diatur dalam undang-undang. Salah satunya diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan.