Tolak Full Day School, KH. Hasyim Asyari dan KH. Ahmad Dahlan Dibesarkan oleh Madrasah


    SURATKABAR.ID – Selasa (15/8/2017) para Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sleman yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Madrasah (KMPM) melakukan aksi demo untuk menolak kebijakan Full Day School di Pendopo Kantor Bupati Sleman.

    Para aktivis tersebut menilai jika kebijakan yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomer 23 Tahun 2017 itu berpotensi bisa mematikan Madrasah Diniyah.

    “Mbah Hasyim Asy’ari dan Mbah Ahmad Dahlan juga dibesarkan oleh madrasah sehingga menjadi pemimpin bangsa,” kata Koordinator Umum KMPM PCNU Sleman Abdul Muiz menyebut tokoh NU dan Muhammadiyah itu di sela aksi damai tersebut, seperti yang diwartakan oleh Tempo.co

    Baca juga: Hanya Karena Pemadaman Listrik, Menteri Ekonomi Taiwan Mengundurkan Diri

    Berdasarkan keterangan Abdul Muiz selama ini madrasah diniyah dinilai memberikan pendidikan agama serta akhlak bagi siswa sepulang mengikuti pendidikan formal. Seperti yang kita ketahu bersama Madrasah Diniyah kebanyakan dimulai siang ataupun juga sore hari. Sementara kebijakan Full Day School ini menerapkan pendidikan selama 5 hari dan 8 jam setiap harinya yang dikhawatirkan bisa menggerus peran Madrasah Diniyah.

    Dan dengan kata lain jika Madrasah Diniyah dimatikan hal ini sama saja dengan menghapus mata pelajaran Islam. Artinya kebijakan tersebut bertentangan dengan UU Nomer 20 tahun 2003 yang mengatur tentang Sistem Pendidikan Nasioal yang mengamanatkan pelestarian pendidikan keagamaan, salah satunya pendidikan diniyah.

    “Guru-guru diniyah mulai izin keluar. Terus anak cucu kami akan belajar agama, mengaji, mengenal Tuhan dari mana kalau madrasah diniyah diberangus?” kata Abdul Muiz.

    Baca juga:  Mahfud MD: Yang Bilang Gedung DPR Miring, Itulah yang Miring

    KMPM dalam aksinya mendesak Sri Purnomo selaku Bupati Sleman untuk menyampaikan penolakan Full Day School kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo agar segera mencabut pemendikbud tersebut. Selain itu, KMPM juga mendesak presiden Jokowi untuk membentuk Direktorat Jenderal Madrasah Diniyah agar madrasah berbasis islam bisa diakomodir dengan baik.

    Abdul Haris Nufika, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama menyebutkan jika jumlah Madrasah Diniyah di Sleman ada 135 buah. Sementara di tingkatan nasional terdapat 58.623 dengan 7.376.182 santri.