Hanya Karena Pemadaman Listrik, Menteri Ekonomi Taiwan Mengundurkan Diri


    SURATKABAR.ID – Selasa (15/8/2017), Menteri Ekonomi Taiwan mengundurkan diri menyusul pemadamam massal yang memengaruhi sebanyak 6,68 juta rumah tangga.

    Pada Selasa, dilaporkan listrik padam di 15 wilayah, dan hal tersebut diakibatkan oleh kesalahan teknis yang menyebabkan enam generator di pusat pembangkit listrik tenaga gas alam di Taoyuan berhenti beroperasi. Beberapa daerah yang terkena imbas pemadaman ini antara lain, Taipei, Taichung, Tainan, dan Miaoli, Nantou dan Chiayi serta lainya.

    Akibat pemadaman massal itu lalu lintas sempat kacau lantaran lampu lalu intas tak berfungsi. Selain itu kawasan perkantoran, banyak karyawan yang terjebak di dalam lift. Guna mengembalikan ketertiban, pihak kepolisian nasional Taiwan telah membentuk pusat respons guna menangani berbagai keluhan masyarakat.

    Baca juga: Mahfud MD: Yang Bilang Gedung DPR Miring, Itulah yang Miring

    Sebagai tanggung jawab dari itu semua, dikutip dari AFP, Lee Chih-Kung selaku Menteri Ekonomi Taiwan yang mengatur perihal listrik, menyatakan pengunduran dirinya. Pengunduran Menteri Lee tersebut kemudian mendapatkan persetujuan dari Perdana Menteri Lin Chuan yang langsung menggelar rapat kabinet.

    Dan di sisi lain mundurnya Menteri Lee ini menjadi pukulan terbaru bagi pemerintah Taiwan yang memang baru-baru ini dikritik lantaran memerintahkan penyejuk udara di gedung pemerintahan dimantikan selama beberapa jam, demi penghematan energi. Defisit energi di Taiwan itu terjadi lantaran menara transmisi listrik rusak disebabkan angin taifun pada bulan Juli yang lalu.

    Sementara itu popularitas pemerintah terus tergerus lantaran masyarakat memandang kebijakan tersebut dianggap kontroversial, terutama untuk pemotongan angaran pensiun serta reformasi yudisial. Pemerintah mengahdapi masalah yang cukup serius jika popularitasnya terus menurun setiap waktunya.

    Baca juga: Susi Pudjiastuti: Saat Ini Menterinya Sudah Pintar Tak Bisa Dibohongi, Betul Nggak?

    Jika di Taiwan menterinya langsung mengundurkan diri. Lalu bagaiaman dengan Indonesia yang melakukan pemadaman listrik yang cukup sering di beberapa daerah?