HUT RI Ke-72, Ditlantas Polda Sumsel Kenakan Pakaian Pejuang Hingga Omset Pedagang Bendera Capai Rp 3 Juta Sehari di Yogyakarta


SURATKABAR.ID – Hanya tinggal hitungan hari Republik Indonesia memperingati hari ulang tahun kemerdekaan yang ke-72. Menyambut peringatan terakbar nan sakral ini, Personel Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumsel mengenakan pakaian pejuang untuk bertugas memberikan pelayanan pembuatan dan perpanjangan SIM serta pajak kendaraan kepada masyarakat.

Tak hanya berpakaian layaknya pejuang kemerdekaan saja, demi meramaikan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia, Ditlantas Polda Sumsel juga akan menghiasi pos polisi lalu lintas dengan beragam ornamen bernuansa kemerdekaan. Demikian seperti Surat Kabar wartakan kembali dari laporan Sindonews.com, Senin (14/8/2017).

Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel, Kombes Pol Raden Slamet Santoso menyebutkan, kegiatan ini dilakukan untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan ke-72 RI.

“Pelayanan ini diberikan untuk menarik perhatian masyarakat dalam melakukan perpanjangan SIM dan pajak,” tuturnya, Senin (14/8/2017).

Baca juga: Inilah 8 Fakta Proklamasi Kemerdekaan RI Yang Jarang Terungkap Dan Wajib Anda Ketahui

Pelayanan Khusus untuk TNI

Selain itu, Raden menambahkan, mulai hari ini Ditlantas juga memberikan pelayanan kepada anggota TNI untuk melakukan perpanjangan SIM mulai dari Kodam, Korem, Lanal, dan Lanud.

“Kegiatan ini akan ditutup pada Minggu 20 Agustus 2017 dengan kegiatan Fun Bike dipimpin langsung Kapolda Sumsel dan Pangdam II Sriwijaya,” tukasnya.

Pedagang Bendera di Yogya Banjir Order, Omset Harian Hingga Rp 3 Juta

Beralih ke Daerah Istimewa Yogyakarta, para pedagang bendera, umbul-umbul dan lain-lain mulai kebanjiran order di sana. Pada pedagang musiman juga sudah banyak berdagang di sekitar Kota Yogyakarta. Salah satu pusat penjualan bendera dan perlengkapan 17 Agustus itu ada di kawasan Jl Suryotomo, Jl Ibu Ruswo dan sekitarnya.

Agil, salah satu penjual bendera di Jalan Suryotomo Yogyakarta mengaku mulai banyak menerima pesanan mulai awal bulan ini. Dalam satu hari omsetnya bisa mencapai Rp 1,5 juta sampai Rp 3 juta.

“Sehari bisa Rp 1,5-3 juta,” sebutnya seperti dikutip dari reportase Detik.com, Senin (14/8/2017).

Agil mengungkapkan, jumlah pembeli bendera merah putih dan umbul-umbul meningkat. Umbul-umbul warna merah putih mulai banyak diminati pembeli.

“Awal Agustus mulai naik, kalau saya jual sejak tanggal 16 Juli kemarin,” ungkapnya.

Harga yang ditawarkan Agil variatif, mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 50 ribu. Untuk bendera merah putih dijual dengan harga mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 30 ribu. Tergantung ukuran dan kualitas kain bendera tersebut. Sementara umbul-umbul dijual dengan harga Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per buah.

“Biasanya banyak yang beli (umbul-umbul) buat dipasang di jalan kampung-kampung. Sehari saya bisa jual 30-an umbul-umbul,” tukasnya.

Lebih Laris Manis Dibanding Tahun Lalu

Mahesa, salah satu penjual bendera lainnya, mengaku penjualan bendera dan umbul-umbul tahun ini lebih laris dibanding tahun lalu. Diperkirakan Mahesa, peningkatan omset yang mencapai 30-40 persen lebih banyak ketimbang tahun lalu.

“Pas hari libur omsetnya sekitar Rp 3 jutaan. Kalau dulu (tahun 2016) paling hanya Rp 1 juta sampai Rp 2 juta,” imbuhnya.

Ia melanjutkan, banyak pembeli yang berasal dari pengurus-pengurus kampung di Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Mereka umumnya memesan umbul-umbul. Selain bendera dan umbul-umbul, ia juga menyediakan bambu untuk memasang bendera ataupun umbul-umbul.

Baca juga: Diduga Memiliki Sabu, Artis Rio Reifan Ditangkap Polisi

“Harapan saya pas puncak 17-an bisa dapat Rp 5 juta,” pungkasnya.

Dirgahayu kemerdekaan ke-72, rakyat Republik Indonesia! Segala puji syukur, doa dan harapan terbaik untuk negeri kita.