Johannes Marliem Tewas, Saksi yang Punya 500GB Rekaman Bukti Korupsi E-KTP


SURATKABAR.ID – Saksi kunci kasus korupsi e-KTP, Johannes Marliem meninggal dunia. Hal tersebut dikonfirmasi secara langsung oleh Febri Diansyah selaku Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kabar ini tentu saja mengagetkan banyak pihak .

“Benar, yang bersangkutan, Johannes Marliem, meninggal dunia, tapi kami belum dapat informasi yang lebih rinci, karena terjadinya di Amerika,” kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, pada Jumat, 11 Agustus 2017, seperti yang diwartakan oleh Tempo.co

Marliem disebut-sebut sebagai saksi kunci atas kasus mega korupsi proyek e-KTP. Dia digadang-gadang mengantongi bukti berupa pembicaraan para perancang proyek e-KTP selama empat tahun. Rekaman pembicaraan itu disebut-sebut sebagai bukti yang kuat untuk mengungkapkan korupsi yang sudah merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun itu.

Baca juga: Jokowi dan Gibran Makan Bareng Agus Harimurti Yudhoyono di Istana, Dalam Rangka Apa?

Johannes Marliem disebut-sebut merekam seluruh pembicaraan dengan orang-orang yang terlibat dengan proyek e-KTP. Sejak awal adanya proyek itu, ia telah merencanakan untuk merekam. Dalam dakwaan Irman dan Sugiharto, Marliem disebut sebagai penyedia peroduk automated finger print identification system (AFIS) merek L-1 untuk proyek KTP elektronik tersebut.

“Tujuannya cuma satu: keeping everybody in honest,” kata Johannes Marliem, pada pertengahan Juli 2017 yang lalu.

Dan tidak main-main, Marliem secara terang-terangan menyebutkan bahwa ia memiliki bukti keterkaitan orang-orang yang terdapat di korupsi e-KTP itu. Setidaknya ada 500 GB, setelah empat tahun merekam pertemuan membahas proyek tersebut.

“Hitung saja. Empat tahun dikali berapa pertemuan. Ada puluhan jam rekaman sekitar 500 GB,” papar Marliem

Baca juga: Adhyaksa Menghadap, Jokowi Langsung Panggil Imam Nahrowi, Ada Apa?

Sebagai informasi, Johannes Marliem merupakan Direktur Biomorf Lone LLC, Amerika Serikat, sebuah perusahaan penyedia layanan teknologi biometric yang sebelumnya disebut 25 kali oleh Jaksa KPK saat tuntutan terdakwa Irman dan Sugiharto dalam kasus korupsi e-KTP.

Sementara itu pihak KPK melalui Febri menyebutkan jika penyelidikan kasus korupsi e-KTP itu akan terus belanjut dan kematian dari Johannes Marliem akan menjadi tanggung jawab aparat setempat.

“Terkait dengan kematian yang bersangkutan, yang lebih rinci menjadi domain para penegak hukum setempat di sana”. Jelas Ferdiansyah.

Terkait meningganya Johnnes Marliem ini, banyak kabar simpang siur. Ada yang menyebutkan karena luka tembak ada pula yang mengatakan jika b***h diri, namun KPK memastikan belum mendapatkan penjelasan resmi mengenai kabar tersebut.