Gus Yus Sebut Jokowi Ingkari Janjinya. Soal Apa?


    SURATKABAR.ID – Pengasuh Ponpes API Tegalrejo KH Yusuf Chudlori yang akrab disapa Gus Yus buka suara soal kontroversi 5 hari sekolah.

    Pasalnya, Gus Yus mengaku ia pernah berbicara langsung dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait kebijakan tersebut.

    Menurut Gus Yus, dalam dua kali pertemuannya dengan Jokowi, ia sempat membahas tentang kebijakan tersebut. Jokowi pun mengatakan akan menunda pelaksanaan kebijakan sekolah 5 hari.

    “Saya sendiri sudah ketemu langsung dua kali dengan Pak Presiden Jokowi dan membawa aspirasi kiai se-Jawa Tengah yang menolak kebijakan 5 hari sekolah. Pak Jokowi mengatakan akan menunda dan mengkaji ulang, tapi sampai hari ini kebijakan itu masih jalan,” tuturnya di Magelang, Selasa (8/8/2017), dilansir detik.com.

    Baca juga: Setelah Tayangkan Wawancara Novel Baswedan, Mata Najwa Bakal Berhenti Tayang

    Jokowi memang sudah beberapa kali mengunjungi Ponpes API Magelang asuhan Gus Yus. Dalam kunjungan Presiden ini, Gus Yus berkesempatan untuk bertemu langsung dan berbincang mengenai persoalan penting bersama Jokowi.

    Bukan hanya itu, Gus Yus yang juga menjabat sebagai Ketua DPW PKB Jawa Tengah menegaskan bahwa partainya telah menolak kebijakan ini secara resmi selama dua tahun terakhir.

    Selain membicarakannya langsung dengan Jokowi, rapat paripurna hingga audiensi berkali-kali dengan Gubernur Jateng juga telah dilakukan.

    “Dari PBNU, PWNU menginstruksikan untuk melakukan aksi damai dan melakukan penolakan secara resmi melalui surat kepada Pemda masing-masing. Karena ini menyangkut masa depan anak-anak kita, masa depan pendidikan agama, Islam moderat, dan ahlusunah waljamaah,” lanjutnya.

    Gus Yus berharap, pemerintah dapat mengkaji ulang kebijakan ini dan tak memaksakan pelaksanaannya di sekolah. Tak sedikit hal yang perlu di pertimbangkan terlebih dulu, termasuk kondisi ekonomi orang tua/wali murid.

    “Sudah siapkah sekolah dengan sarana prasarana yang representatif. Saya lihat, secara fasilitas, sekolah-sekolah kita belum siap untuk full day school lima hari. Dari sisi apapun, kita melihat bahwa kebijakan ini belum siap dan memang tidak pas untuk dilaksanakan” tegas Gus Yus.

    Baca juga: Miris! Siswi SMP “Dijual” Rp 600 ribu via Sosmed Oleh Pacarnya

    Bahkan, melihat fakta di lapangan, Gus Yus meminta agar kebijakan ini segera dicabut. Aksi damai di sejumlah daerah juga telah dilakukan.

    “Di Semarang, Banyumas, Jawa Timur, semua terkonek dan tidak akan berhenti menyuarakan penolakan sampai Permendikbud nomor 23 tahun 2017 itu dicabut,” pungkasnya.