Riset Baru Ini Ungkap Air Rebusan Jambu Biji Efektif Obati Diabetes Mellitus


 

SURATKABAR.ID – Seorang mahasiswa asal Lampung mengungkapkan temuan dari hasil penelitiannya. Ternyata pemberian air rebusan buah jambu biji berpengaruh menurunkan kadar gula darah para penderita diabetes.

Dedi Rahayu, mahasiswa semester akhir Program Studi Keperawatan STIKes Umitra Lampung, di Bandarlampung, Senin (7/8/2017), menjelaskan telah melakukan riset yang bertujuan mengetahui pengaruh pemberian air rebusan buah jambu biji terhadap penurunan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus tipe II di Desa Setia Bumi wilayah kerja Puskesmas Totomulyo, Kabupaten Tulangbawang Barat, Lampung.

Seperti dikutip Antara via CNNIndonesia.com, Selasa (8/8/2017), disebutkan Dedi, terdapat pasien diabetes mellitus (DM) di Desa Setia Bumi sebanyak 33 orang. Jambu biji (Psidium guajava) merupakan salah satu obat tradisional yang dapat menurunkan kadar gula darah, mengingat kandungan yang terdapat pada buah jambu biji salah satunya adalah antioksidan. Antioksidan ini rupanya dapat mengurangi kerusakan oksidatif pada penderita diabetes.

Dedi menguraikan, DM yang dikenal dengan kencing manis ialah penyakit kronik yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hormon insulin atau karena penggunaan yang tidak efektif dari produksi insulin.

Baca juga: Dengan Alkohol dan Kipas Angin, Pria Ini Bagikan Cara Membunuh 8.000 Nyamuk dalam Semalam! Lihat Videonya

Prevalensi DM di dunia sebesar 1,5 hingga 2,3 persen diperkirakan akan menjadi 5,7 persen pada 2020. Di Indonesia, prevalensi DM setiap tahunnya, yaitu 1,1 persen menjadi 2,1 persen. Di Provinsi Lampung prevalensi DM meningkat dari tahun sebelumnya, yakni 49.568 kasus menjadi 69.282 kasus.

Dedi Rahayu menerangkan, desain penelitian adalah Quasi experiment dengan non equivalent control group. Populasi pada penelitian adalah seluruh pasien DM tipe II Di Desa Setia Bumi yang berjumlah 33 orang dengan sampel 15 kelompok kontrol dan 15 kelompok intervensi.

Teknik sampling digunakan purposive sampling. Uji hipotesa yang digunakan ujit-paird simple t-tes.

Hasil penelitian dari alumni SMK Kesehatan Bhakti Nusantara Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang ini, mendapati pada kelompok yang diberikan air rebusan buah jambu biji selama 7 hari saat pretest dan post test menunjukkan rata-rata nilai GDS mengalami penurunan, yaitu 291.87 menjadi 244.33.

Sedangkan kelompok yang tidak diberikan air rebusan buah jambu biji saat pretest dan post test menunjukkan rata-rata 309.53 menjadi 289.27 atau penurunannya hanya sedikit.

Hasil uji t-paired menunjukkan ada pengaruh air rebusan buah jambu biji terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe II, dengan p-value 0,002.

Menurutnya, penelitian ini sebagai masukan dan informasi bagi puskesmas setempat terutama perawat dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan keperawatan dan memberikan alternatif di Puskesmas dalam mengatasi penyakit diabetes.

Baca juga: Sambil Ngopi, Ini Hadiah dan Ancaman yang Diberikan Menteri Susi pada Nelayan Desa Semalau

“Menambah pengetahuan masyarakat tentang manfaat dari jambu biji untuk alternatif pengobatan diabetes sebelum menggunakan terapi farmakologi atau obat-obatan,” tukas Dedi yang juga tinggal di Setia Bumi, Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tulangbawang Barat tersebut.