Terkuak! Ini Penyebab Ahok Batal Hadir jadi Saksi Sidang Buni Yani


SURATKABAR.ID – Ditunjuk oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai saksi yang memberatkan Buni Yani di persidangannya, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok batal hadir.

“Sudah kita upayakan, tapi beliau tidak bisa hadir dan sudah ada surat dari ketidaksediaan untuk hadir. Dari pihak lapas juga sudah ada surat,” kata Ketua Tim JPU, Andi M Taufik melalui telepon tadi pagi, dilansir kompas.com.

Persidangan kasus pelanggran UU ITE dengan terdakwa Buni yani sendiri digelar di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung, Jalan Seram Kota Bandung, Selasa (8/8/2017).

Meski tidak hadir, Andi melanjutkan, keterangan Ahok tetap dihadirkan dalam persidangan.

“Ahok sudah diambil sumpah di depan penyidik. Ini sama nilainya dengan hadir. Kita rencananya mau membacakan BAP Ahok yang diambil penyidik,” jelas Andi.

Andi juga menyatakan bahwa jika majelis hakim memberikan kesempatan untuk membacakan BAP Ahok, maka mantan Gubernur DKI Jakarta itu idak perlu lagi dipanggil sebagai saksi pada persidangan selanjutnya.

Sementara itu, kabar kepastian tidak akan hadirnya Ahok di persidangan Buni Yani sudah disampaikan Pengacara Ahok, I Wayan Sudirta. Ia mengatakan bahwa Ahok bukan menolak panggilan untuk hadir sebagai saksi, melainkan memang tidak perlu datang.

“Pak Ahok bukannya menolak, memang tidak perlu hadir,” katanya.

Pernyataan Wayan tersebut dilandaskan pada Undang-undang Pasal 116 dan Pasal 162 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Di Pasal 116, kata dia, dijelaskan bahwa saksi yang jaraknya jauh dari tempat persidangan tidak perlu dihadirkan.

Baca Juga: Ini Pesan Wagub Jatim Perihal Patung Raksasa di Kelenteng Tuban

Diketahui bahwa Ahok sendiri tengah menjalani masa kurungan di Mako Brimob, Kelapa Dua. Sedang persidangan Buni Yani dilaksanakan di Dispusip Bandung.

“Kalau jaraknya jauh antara saksi dengan pengadilan, itu tidak perlu hadir, cukup berita acara yang dibacakan. Memang sudah diatur seperti itu,” kata Wayan.

Selanjutnya, Wayan menjelaskan, di Pasal 162 KUHAP dikatakan bahwa saksi yang tidak bisa hadir di persidangan cukup dibacakan saja berita acara pemeriksaannya (BAP).

“Kami sudah biasa mendiskusikan soal ini. Ini tidak perlu hadir. Ini bukan soal keinginan Pak Ahok. Bukan tidak mau, tetapi memang tidak perlu hadir,” pungkasnya.

Di persidangan Buni Yani, selain Ahok, JPU akan menghadirkan dua saksi lainnya, yakni saksi ahli pidana bernama Dr Effendy dan saksi ahli IT bernama Teguh.