Ini Sebabnya Yusril Mahendra Senyum-senyum Saat Baca Salinan Surat Pembubaran HTI


SURATKABAR.ID – Yusril Ihza Mahendra yang merupakan Pengacara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mengaku belum menerima surat keputusan resmi pembubaran HTI yang dibuat oleh pemerintah. Kendati demikian, Ketua Umum Partai Bulan Bintang tersebut mengklaim sudah membaca copyan surat itu dan hanya bisa tersenyum dibuatnya. Apa sebabnya?

“Kami baca fotokopinya (surat pembubaran HTI), kami senyum-senyum saja,” ungkap Yusril di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (7/8/2017). Demikian ditukil dari reportase Tempo.co, Senin (7/8/2017).

Yusril menambahkan, menurutnya cara pemerintah mengirimkan surat pembubaran ke notaris yang dulu membuat akta pendirian HTI adalah keliru. Ia beranggapan, urusan notaris tersebut sudah selesai. Ia menilai, bila berniat membubarkan HTI, surat seharusnya diserahkan kepada organisasi itu secara langsung.

Pemerintah Tak Cantumkan Alasan Pembubaran

Dijelaskan olehnya, dalam surat itu, tidak tercantum alasan HTI dibubarkan atau dicabut status badan hukumnya. Selain itu, tidak ada pasal-pasal yang digunakan secara spesifik. Ia menyebut dalam surat itu hanya ada pertimbangan berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat. Yusril pun berencana mengajukan gugatan ke pengadilan terhadap cara pemerintah itu.

Baca juga: Kembali Wacanakan Pembubaran KPK karena Tangani Kasus ‘Kecil’, Fahri Hamzah: Tekor Negara! Hitung Juga Dong Duitnya

“Kami akan lawan di Pengadilan Tata Usaha Negara, argumentasi kami cukup kuat,” tandasnya.

Juru bicara HTI, Ismail Yusanto, tengah mengajukan judicial review terhadap Perpu tersebut ke Mahkamah Konstitusi saat ini. Awalnya, pengujian yang dilayangkan atas nama HTI itu kini berganti menjadi perorangan. Kuasa hukum Ismail, Yusril Ihza Mahendra, menyebutkan pihaknya yakin akan menang dalam pengujian formal dan materiel atas aturan tersebut.

Bergabung ke PBB

Sementara itu, sebelumnya Yusril Ihza Mahendra selaku Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) juga telah menyambut baik saran pakar hukum tata negara Jimly Asshiddiqie, yang menyarankan agar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menjadi ormas biasa dan bergabung ke Partai Bulan Bintang yang diusungnya. Begitu juga para anggota Front Pembela Islam (FPI) juga disarankan Jimly untuk bergabung ke PBB.

Baca juga: Unik! Bukan Kopiah, Ini Alasannya Para Calon Haji Asal Yogyakarta Lebih Pilih Pakai Blangkon

Yusril menyatakan bahwa partainya  siap menerima para anggota HTI dan FPI, dengan harapan anggota HTI dan FPI kemudian jadi memahami dan menerima AD/ART, tafsir asas, program dan tujuan perjuangan PBB yang merupakan partai Islam dan sekaligus partai Indonesia. Artinya, berasaskan Islam dan menyatakan menerima Pancasila sebagai falsafah dan dasar negara.