Menakjubkan! Inilah 5 Produk Inovatif Terbaru yang Akan Mempermudah Hidup Manusia


SURATKABAR.ID – Di tengah zaman yang sudah semakin canggih dewasa ini, berbagai penemuan berteknologi mutakhir kian hari kian menjamur. Bahkan wacana yang dulunya hanya bisa kita saksikan sebagai dongeng isapan jempol di film-film kini malah mewujud menjadi nyata. Sebut saja negara luar angkasa Asgardia yang saat ini tengah didirikan dan dikembangkan oleh ilmuwan sekaligus pebisnis berkebangsaan Rusia, Igor Ashurbeyli.

Kembali ke bumi. Mengutip laporan IDNTimes.com, Jumat (4/8/2017), kini telah lahir berbagai produk terbaru besutan manusia yang bukan hanya terbilang canggih dan inovatif, tapi juga mampu memecahkan persoalan sehari-hari. Kelima produk terbaru ini dapat dikatakan sangat inovatif dan cenderung membuat takjub. Meskipun demikian, sebagian darinya tak bisa lepas dari pertanyaan seputar, “Apakah produk ini benar-benar solutif atau justru akan menimbulkan persoalan baru?”

1. Minimarket Berjalan

Normalnya, selama ini kitalah yang mendatangi sebuah minimarket dan swalayan untuk berbelanja. Namun baru-baru ini, The Moby Mart punya pemikiran lain. Menurut para jenius ‘gila’ di sana, zaman sekarang sudah saatnya minimarketlah yang mendatangi kita di lokasi dan waktu yang kita inginkan.

The Moby Mart, hasil rancangan startup Swedia Wheelys dan Universitas Teknologi Hefei Tiongkok, sudah dijalankan dalam versi beta. Pada 2018, The Moby Mart akan diintegrasikan dengan aplikasi di handphone masing-masing konsumen.

Baca juga: Tak Banyak yang Tahu, 5 Kebiasaan dalam Mengonsumsi Air Putih Ini Ternyata Salah!

Ambil contoh, Anda butuh minum susu pada pukul 01.00 dini hari? The Moby Mart mengklaim bisa menjadi solusinya. Walau pasti sangat membantu, tapi ada kekhawatiran produk ini akan membuat manusia menjadi seperti apa yang digambarkan dalam film Wall E. Dalam film tersebut, diceritakan manusia menjadi pemalas alias “mager (malas gerak)” sebagai imbas dari kemudahan teknologi yang memanjakan.

2. Sedotan Penyaring Air Mentah

Yang menjadi salah satu isu memprihatinkan saat ini terutama di negara-negara berkembang dan miskin adalah ketersediaan air bersih untuk kebutuhan konsumsi. Rupanya, ini yang dipikirkan oleh LifeStraw yang mengklaim produknya lahir dari “masalah air yang aman, sesuatu yang tak seharusnya jadi masalah”.

Lifestraw menciptakan teknologi yang bisa menyaring air mentah, seperti air sungai, menjadi air yang langsung layak untuk diminum. Tak hanya sangat menolong para petualang di alam bebas sewaktu sedang ber-camping ria misalnya, tapi juga sangat membantu masyarakat di Kenya dan wilayah Afrika lainnya yang kekurangan air bersih. Bahkan belakangan The New York Times memasukkan LifeStraw sebagai salah satu barang yang wajib dimiliki dalam kondisi darurat setiap individu masyarakat.

3. Bubuk Pengganti Makanan

Kebutuhan pangan dan makanan merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia. Namun, Soylent mencoba melakukan redefinisi terkait apa yang disebut sebagai makanan itu sendiri. Pil pengganti makan yang diklaim mengandung semua nutrisi yang diperlukan tubuh—seperti protein dan karbohidrat—ini ditujukan sebagai pengganti menu makanan yang kita kenal sehari-hari.

Kemudian, penulis bernama Josh Helton menceritakan pengalamannya sewaktu mengonsumsi Soylent selama 30 hari. Ia merasa baik-baik saja secara fisik—dan sudah dikonfirmasi oleh dokter melalui tes medis—tapi Helton tak memungkiri alasan lain mengapa Soylent layak dikonsumsi.

Menurutnya, Soylent membuatnya lebih efisien dan produktif sebab ia tak perlu memikirkan harus makan apa. Padahal, waktu makan bisa jadi momen untuk saling berinteraksi dengan keluarga misalnya. Di sisi lain, konsumen lainnya memandang produk ini dari sudut pandang lain. Mereka mengatakan bahwa Soylent bisa menjadi solusi untuk krisis pangan dan perubahan iklim yang terjadi saat ini.

4. Aplikasi untuk Penyandang Tunanetra

Aplikasi ini bernama Be My Eyes. Konsepnya sederhana: kita pasti butuh bantuan dan banyak orang yang bersedia membantu. Dalam hal ini, Be My Eyes merupakan aplikasi di handphone yang ditujukan untuk menghubungkan penyandang tunanetra dengan sukarelawan di berbagai negara.

Melalui aplikasi di iPhone, seorang tunanetra yang kesulitan mengidentifikasi sebuah produk susu bisa menggunakan Be My Eyes, kemudian sukarelawan akan membantunya. Hanya saja, sebuah eksperimen menunjukkan bahwa ini bisa melahirkan masalah lain sewaktu sukarelawan membantu tunanetra, padahal ia sedang mengemudi.

5. Pembalut yang Bisa Dipakai Ulang

Desainer Mariko Higaki Iwai punya mimpi mulia: ia ingin membantu perempuan di negara miskin yang tak mampu membeli pembalut. Padahal, urusan ini sangat penting karena menyangkut kesehatan. Akhirnya, Mariko muncul dengan gagasannya yang dinamai Flo.

Flo merupakan satu rangkaian benda yang dibutuhkan saat perempuan menstruasi. Ada pembalut dan alat untuk mencucinya agar pembalut terkait bisa dipakai kembali. Desain Mariko bahkan sempat memenangkan sejumlah penghargaan elit. Sebut saja salah satunya, International Design Excellence Awards 2015 dan James Dyson Award.

Baca juga: Kisah Patriotik Robert Wolter Monginsidi: Menolak Menyerah, Setia Berjuang sampai Akhir

Meski demikian, sampai saat ini belum ada kepastian apakah produk ini benar-benar aman dan aplikatif, terutama untuk target yang berada di daerah miskin. Karena jika iya, dapat dipastikan produk ini akan sangat mempermudah hidup perempuan di sana.