Miris! Maling di Musala Dihabisi Warga dengan Batu Kemudian Dibakar


SURATKABAR.ID – Indonesia memang merupakan negara yang menjunjung tinggi hukum yang berlaku. Namun mirisnya, di sekitar kita masih begitu banyak praktek penegakan hukum yang tak sesuai. Seperti ketika masyarakat di Kabupaten Sukabumi berhasil menangkap basah seorang maling di musala mereka.

Bukannya membawa tersangka ke pihak berwenang untuk mendapatkan hukuman setimpal, warga justru menghajar pelaku hingga babak belur tanpa belas kasih sekalipun. Bahkan yang miris adalah, mereka tega membakar maling di depan umum.

Kehebohan yang terjadi pada Selasa (1/8) tersebut langsung membuat suasana di Kampung Sukatenang, Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawangi Kabupaten Sukabumi gusar.

Baca Juga: Ditinggal di dalam Mobil dan Kehausan, Selanjutnya yang Dilakukan Bocah Imut ini Sangat Mencengangkan

Berawal mula ketika warga Kampung Sukatenang bersama warga Kampung Muarabakti mengejar seorang pria yang diduga sebagai pelaku pencurian alat penguat suara atau amplifier yang ada di dalam sebuah musala.

Diwartakan jpnn.com, Rabu (2/8/2017), tersangka yang belum diketahui identitasnya tersebut berusaha menyelamatkan diri dari kejaran massa, datang dari arah kampung Sukatenang. Ia menceburkan diri ke kali yang merupakan perbatasan Kampung Sukatenang dengan Kampung Muarabakti.

Tanpa disadari, begitu sang pelaku berhasil menyeberangi kali dan memasuki wilayah Kampung Muarabakti, sudah banyak warga yang berkumpul dan menantinya. Mereka pun langsung menghajar pelaku dengan menggunakan batu.

Aksi amukan warga tersebut tak ayal membuat korban mengalami luka robek di bagian kepala. Namun seolah tak puas dengan hukuman yang diterima pelaku, warga masih melanjutkan pemberian hukuman kepada pria apes tersebut dengan membakar tubuhnya.

Akibat tindak kekerasan yang dilakukan oleh warga desa, pelaku akhirnya harus kehilangan nyawa dengan luka bakar yang mencapai sekitar 50 persen di sekujur tubuhnya.

Terkait kejadian tersebut, Humas Polsek Babelan, Bripka Anwar Fadilah menjelaskan bahwa pihaknya masih belum bisa memberikan informasi apapun. Hari ini, jenazah korban yang ada di RS Polri Kramat Jati akan menjalani visum, seperti yang dikutip dari GO Bekasi, Rabu (2/8).