Masih Ingat Alan Budikusma dan Susi Susanti? Ini yang Mereka Lakukan Setelah Gantung Raket


SURATKABAR.ID – Nama Susi Susanti dan Alan Budikusuma memang tak sepopuler dulu. Namun, keduanya pernah mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional.

Susi dan Alan merupakan atlet bulutangkis Indonesia yang berhasil membawa pulang medali emas pada cabang badminton dalam Olimpiade Barcelona 1992 silam.

Atas prestasi tersebut, Susi dan Alan mendapatkan penghargaan Bintang Jasa dari pemerintah Indonesia karena berjasa luar biasa terhadap nusa dan bangsa pada bidang atau peristiwa atau hal tertentu di luar bidang militer.

Alan dan Susi telah menjadi pasangan suami istri mantan atlet bulutangkis dengan segudang prestasi. Meski begitu, mereka tak ingin kisah kelam tentang mantan atlet kembali terulang.

Baca juga: Mengejutkan! Mahasiswi Ini Ungkap Omongan Ahok yang Kini Jadi Kenyataan

Setelah berhenti dari kesibukannya sebagai atlet bulutangkis, keduanya terjun ke dunia bisnis. Mereka mulai menggeluti bisnis produsen peralatan olahraga khususnya bulutangkis.

Alan dan Susi menggunakan merek dagang Astec sebagai bisnisnya. Astec ini merupakan merek raket yang dibuat di Indonesia.

Sedikit bocoran, Astec sebenarnya merupakan kepanjangan dari nama sang pemilik usaha, yaitu Alan Susi Technology yang kemudian disingkat menjadi Astec. Sedangkan nama perusahaan mereka adalah PT Astindo Jaya Sport.

Bisnis ini dimulai dari nol oleh Alan dan Susi. Bidang yang dipilih pun disesuaikan dengan kemampuan mereka dalam dunia olahraga cabang bulutangkis. Namun, dalam menjalankan usaha mereka tak serta merta meraih sukses. Pahitnya menjadi wirausahawan pun pernah mereka rasakan.

Alan sebelumnya pernah mencoba usaha jual beli kendaraan. Namun, usaha ini tak berlangsung lama.

Selanjutnya, keduanya pernah mencoba menjadi agen raket asal Jepang. Namun, lagi-lagi usaha ini tak berlansung lama karena konsumen merasa tidak puas dengan produk yang mereka jual.

Hingga akhirnya, pasangan atlet ini memutuskan untuk mengembangkan usaha produsen alat olahraga dengan merek dagang Astec.

“Saya memutuskan untuk berusaha dengan dukungan dan dorongan dari orang tua karena orang tua,” tutur Alan, Selasa (1/8/2017), dilansir kompas.com.

Alan melanjutkan, dalam membuat raket bulutangkis, ia banyak menggunakan pengalamannya sebagai atlet. Alan mengaku selama ini telah banyak menjajal berbagai merek raket dengan kualitas internasional.

Baca juga: Ratusan Polisi di Papua Barat Minta Dipindah ke Bali, Begini Komentar Polri

Dengan bekal pengalaman inilah dia bisa menilai kekurangan dan kelebihan sebuah produk. “Dari situ saya saya belajar dan akhirnya saya berani mengembangkan sendiri Astec ini,” katanya.

Selain menjual produk-produknya, keduanya kerap melakukan kerja sama dan menjadi sponsor sebuah turnamen dan klub-klub bulutangkis. Kini, selain dijual di Indonesia, Astec telah merambah pasar luar negeri.