Mengejutkan! Mahasiswi Ini Ungkap Omongan Ahok yang Kini Jadi Kenyataan


SURATKABAR.ID – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah 3 bulan mendekam di penjara karena kasus penistaan agama.

Meski begitu, kisah dan berita tentangnya tak pernah padam. Seperti yang dilakukan oleh mahasiswi asal Bali ini.

Melalui akun Instagram @gulshanrayu, Rayu Gulshan mengungkapkan tentang pernyataan Ahok yang kini benar-benar terjadi. Rayu menuliskan sebuah surat untuk mengungkapkan kejadian tersebut pada pertengahan Juli lalu.

Siapa sangka, surat yang ditulisnya itu menjadi viral dan banyak dibicarakan netizen setelah diunggah oleh akun Instagram yang didedikasikan untuk Ahok, @fg_ahok. Pada postingannya itu, Rayu menuliskan tentang pandangannya terhadap Ahok. Di awal suratnya pun dia menulis kenapa dia peduli padahal berasal dari Bali dan kuliah di Jogja.

Baca juga: Ricuh! Ada Adegan Gelas melayang, Anggota Dewan Nyaris Adu Jotos Karena Ini

Menurutnya, ia harus peduli karena Jakarta merupakan ibu kota negara dan sangat berkaitan dengan kebijakan pemerintah untuk rakyatnya.

Mahasiswi Ilmu Komunikasi ini melanjutkan soal pernyataan Ahok tentang Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang membantu pelajar di Jakarta untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik.

Kala itu, Ahok pernah menegaskan agar KJP jangan sekalipun diuangkan karena bisa terjadi penyelewangan. KJP yang harusnya digunakan untuk kebutuhan pendidikan malah beralih fungsi untuk dibelikan perhiasan ataupun smartphone.

Ternyata, ucapan Ahok ini benar-benar terbukti. Rayu menyarankan agar mencari di Google dengan kata kunci “Penyelewngan KJP”.

Dilansir tribunnews.com, setelah mengikuti saran Rayu, sebuah berita yang ditayangkan pada 5 Juli 2017 dari kompas.com memperlihatkan adanya penyelewangan KJP.

Berita dengan judul “Temukan Penyelewengan KJP, Lapor ke Dinas Pendidikan DKI” itu berisi tentang permintaan Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto agar masyarakat melaporkan jika ada penyelewengan KJP.

Bahkan, diduga ada sejumlah gerai yang melayani pemegang KJP untuk melakukan tarik tunai.

“Tolong kami dibantu dong datanya, TKP-nya dimana dan oleh siapa, karena KJP kan untuk peserta didik,” tegas Bowo, Selasa (4/7/2017) lalu, dilansir dari tribunnews.com.

Selain itu, Bowo juga mengatakan, sanksi akan diberlakukan untuk pemegang KJP yang melakukan penyelewengan dengan menarik tunai.

Baca juga: Sadis! Beri Selimut untuk Anaknya di Pesawat, Wanita Ini Ditangkap

“Pada periode pencairan selanjutnya yang bersangkutan tidak usah direkomendasikan untuk menjadi calon penerima KJP,” katanya.

Dari fakta yang ada, surat Rayu ini membuktikan bahwa peringatan Ahok soal penyelewengan KJP memang benar terjadi di Jakarta.