Waspada! Nasabah Ini Dapat Uang Palsu Dari Mesin ATM Mandiri


SURATKABAR.ID – Senin (31/7/2017), seorang nasabah Bank Mandiri asal Bantul berinisial S (51) melaporkan dugaan uang palsu yang berasal dari Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Mandiri ke pihak berwenang.

Kejadian itu bermula ketika S  dan isterinya A, menarik uang dari ATM Bank mandiri Cabang Paseban, Jumat (28/7/2017), sekitar pukul 09.00 WIB. S menarik uang senilai Rp 10 juta.

Kemudian, uang itu dibawa S ke Bank BRI Cabang Niten Bantul untuk dimasukkan ke rekenin Isterinya. Dari situlah S mengetahui bahwa terdapat selembar uang pecahan Rp 100.000 yang ia tarik di ATM tadi adalah palsu.

Teller Bank BRI yang mengatakan pada S adanya uang palsu. Saat diterawang oleh S, uang selembar yang sobek itu terlihat berbeda dengan uang asli.

“Saat mau setor di bank itu, seluruh uang dihitung pakai mesin penghitung uang. Saat itu, yang uang palsu langsung sobek,” kata S, Senin (31/7/2017) sebagaimana dilansir dari solopos.com.

“Kalau diterawang ada bayangan gambar, juga ada benang halus. Tapi permukaannya halus seperti kertas, enggak seperti uang asli yang agak kasa,” lanjutnya.

Baca Juga: Sadis! Beri Selimut untuk Anaknya di Pesawat, Wanita ini Ditangkap

Sejak saat itu, S lantas melaporkan keadian itu ke custumer service (CS) bank mandiri Cabang Paseban, tempat ATM sumber uang palsu tadi. Petugas CS pun menjawab bahwa uang palsu yang S tarik dari ATM adalah tanggung jawab PT. TAG, yakni perusahaan penyetor yang bermitra dengan bank pelat merah tersebut.

“Custemer Servicenya tanya, saya ambil uang di ATM biasa atau yang model layar sentuh (terdapat beberapa jenis ATM di Bank Mandiri Cabang Paseban), saya bilang jenis layar sentuh. Dia bilang kalau layar sentuh yang drop uangnya bukan bank Mandiri, tapi TAG,” kata S.

S memilih untuk tidak mengurusnya ke PT. Tag. Ia merasa itu bukan urusannya, melainkan tanggung jawab Bank Mandiri.

“Saya tahunya ATM itu ATM Mandiri, bukan ATM TAG. Persoalan pihak ketiga itu urusan bank Mandiri.”

S pun akhirnya melaporkan temuan uang palsu tersebut ke Polres Bantul pada hari senin (31/7/2017). Pilihan ini diambil S sebagai upaya  agar dugaan kriminal menyelipkan uang palsu ke ATM atau bank dapat diberangus.

“Bukan soal uangnya, laporan ini supaya kejahatan uang palsu ini diberantas. Supaya bank mengambil sikap tegas, juga masyarakat agar berhati-hati kalau di ATM itu tidak menjamin uang asli,” tegas S.

Atas kejadian ini, pihak Bank Mandiri Cabang Paseban yang diwakili oleh Pangestu Budi Aryani memberikan penjelesan. Pangestu mengungkapkan bahwa temuan uang palsu ini akan diselesaikan sendiri antara bank dengan nasabah.

“Biasanya ada ganti rugi,” kata Pangestu.

Sementara itu, pangestu enggan berkomentar atas dipolisikannya temuan uang palsu tersebut. Ia juga menolak memberikan keterangan soal mekanisme penyetoran uang di ATM yang sampai bisa ditemukan uang palsu di dalamnya. Pangestu hanya menambahkan bahwa ada kesalahan komunikasi antara customer service dengan nasabah yang menganjurkan untuk melayangkan complainnya ke PT. TAG.

Secara terpisah, AKP Anggaito Hadi Prabowo, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres bantul, menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan pemeriksaan terhadap otoritas Bank Mandiri.

“Akan kami lihat, apakah ada kesengajaan atau tidak memasukkan uang palsu ini,” papar Anggaito.