Menguak Misteri Kapal Harta Karun Bernilai Triliunan Rupiah Flor de la Mar, Yang Konon Tenggelam Di Perairan Nusantara


SURATKABAR.ID Di masa penjajahan, posisi Indonesia memang sangat penting. Banyak negara bahkan berebutan untuk bisa menguasai Nusantara. Dimana kekayaan alam yang melimpang membuat bangsa Eropa menjadi begitu haus untuk bisa berkuasa di negara kepulauan ini.

Tentu saja, hal ini membuat arus lalu lintas pada abad pertengahan menjadi begitu padat di Indonesia. Dengan kondisi geografisnya yang hampir 70 persen lautan, moda transportasi kapal jadi alat penghubung utama.

Seperti dilansir dari Boombastis.com Kondisi ini tak jarang membuat banyak kapal milik penjajah harus “rontok” di tengah ganasnya perairan Indonesia kala itu.

Dari sekian banyak kapal yang karam di perairan Tanah Air, konon ada satu yang sangat berharga, dan menyimpan harta karun mencapai Rp 34,6 triliun.

Kapal tersebut bernama Flor de la Mar. Kapal ini diketahui milik angkatan laut kerajaan Portugis yang dioperasikan pada tahun 1502. Arti nama kapal ini adalah “bunga laut”, dalam sejarah Indonesia, kapal ini tidaklah asing, karena dikenal sebagai kapal utama untuk membawa rempah dari Goa dan Malacca.

Baca juga: Terkuak! Ini 4 Fakta Terbaru yang Buktikan Perompak China Sedang Incar Harta Karun Maritim RI

Adalah Kapten Alfonso de Alburquerque yang menjadi Nahkoda dari Flor de la Mar yang memang selalu membawa banyak harta dan rempah dari Malacca.

Berdasar catatan sejarah, saat itu harta yang diusung di Flor de la Mar adalah harta terbesar yang pernah dibawa oleh Kerajaan Portugis.

Namun sayangnya, pada 20 November 1511, Flor de la Mar terjebak badai dan hancur terkoyak karang di wilayah laut Sumatera. Konon saat itu Flor de la Mar membawa emas sebanyak 54.000 kilogram, yang akhirnya tercerai berai terbawa arus dalam.

Seperti dilansir dari catatan dailymail, kala itu Albuquerque memutuskan menggunakan Flor de la Mar untuk mengangkut harta jarahan nya di Malacca saat itu.

Ia berniat pulang ke Portugal dengan kemenangan gilang-gemilang, membawa kekayaan tak terbatas, dan membawa kembali Flor de la Mar yang dulu menjadi kapal terbesar negaranya, setelah enam tahun mengarungi lautan.

“Rampasan Portugis yang diambil dari Malaka lebih dari yang bisa dibayangkan. Lebih dari 60 ton jarahan emas dalam bentuk hewan, burung, furniture berlapis emas, dan mata uang — itu yang berasal dari istana sultan saja,” kata pemburu harta karun Robert F. Marx dan istrinya Jenifer Marx dalam buku Treasure Lost at Sea: Diving to the World’s Great Shipwrecks.

Baca juga: Menguak Keberadan Pulau Harta Karun Taprobana di Nusantara, Yang Masih Menjadi Misteri Hingga Sekarang

“Harta itu makan banyak tempat sehingga para awaknya mengalami kesulitan menempatkan 200 peti berisi perhiasan. Berlian, rubi, zamrud dan safir di dalamnya, senilai lebih dari tiga puluh juta crown, akan bernilai miliaran dolar hari ini,”