Terorisme di Indonesia, Wiranto: AS Bakal Bantu


wirantoSURATKABAR.IDAmerika Serikat akan membantu Indonesia melawan Terorisme. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto.

“Semua Negara terlibat dalam memerangi terorisme, termasuk Amerika,” kata Wiranto, Minggu (30/7/2017), di sela Sub Regional Meeting on Foreign Terrorist Fighters and Cross Border Terrorism (SRM FTF CBT) di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara.

Dikutip dari antaranews.com, Pemerintah berharap agar Indonesia dengan Amerika Serikat bisa bekerja sama dalam hal penanggulangan terorisme. Komitmen Amerika terhadap penanggulangan terorisme sendiri terlihat dari pertemuan G20 yang belum lama ini dihelat. Wiranto menegaskan bahwa pada pertemuan G20, semua Negara yang tergabung menyatakan diri melawan terorisme, tidak terkecuali Amerika.

“Kita yakin, semua Negara akan bekerja sama melawan terorisme, khususnya di kawasan Asia Tenggara,” ujar Wiranto.

Wiranto menambahkan, kerjasama penanggulanagan terorisme antara Indonesia dengan Amerika ini berlangsung dengan beberapa cara seperti pertukaran informasi intelejen, penghentian aliran dana, pemberdayaan masyarakat moderat, dan penyebaran kontra narasi.

Baca Juga: Tentara Israel Kembali Tembak Mati Warga Palestina Karena Alasan Konyol

Ada enam Negara yang ikut dalam pertemuan Sub Regional Meeting on Foreign Terrorist Fighters and Cross Border Terrorism (SRM FTF CBT) ini. Keenam Negara tersebut adalah Indonesia, Malaysia, Filipina, Brunei Darusalam, Australia, dan Selandia Baru.

Pertemuan tersebut menelurkan lima butir kesepakatan. Pertama, pembentukan forum tentang FTF dalam rangka memperkuat kerja sama information sharing dan kerja sama atara penegak hukum dan badan intelejen.

Kedua, dorongan kerja sama di antara 6 negara da kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang memberikan layanan media sosial, vidio file sharing, dan messaging. Ketiga, studi komparatif hukum terkait terorisme yang berlaku di masing-masing Negara.

Keempat, penguatan kerja sama antara lembaga untuk penanggulangan kegiatan pendanaan terorisme. Dan terakhir, kelima, peningkatan kerja sama di antara badan imigrasi dalam rangka pengawasan perbatasan terpadu.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaInilah Deretan Nama Aneh di Dunia, Apa Maksud Orang Tuanya?
Berita berikutnyaDesy Ratnasari dan Bima Arya Siap Maju dari Internal PAN