Menyesatkan, Kabar Penambahan Kuota Haji Indonesia Ternyata Bohong


dirjen-phu-abdul-djamilSURATKABAR.ID – Belakangan ini ramai beredar di media sosial tentang penambahan kuota haji Indonesia. Disebutkan di sana bahwa Raja Salman akan menambah kuota Haji Indonesia hingga 100.000 per tahun pada 2017.

Kemenag, melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Abdul Djamil menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan menyesakan.

“Informasi tersebut tidak benar sama sekali,” kata Abdul Djamil di Jakarta, Kamis (8/12/2016) sebagimana dilansir situs resmi Kementerian Agama, kemenag.go.id.

Untuk jumlah kuota yang baru, Indonesia baru bisa mengetahuinya setelah ada penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kemenag dan Kementerian Haji Arab Saudi.

“Kuota baru akan diketahui setelah ada penandatanganan Nota Kesepahaman antara Menag dengan Menteri Haji Arab Saudi pada awal Januari 2017,” Djamil Menegaskan.

Baca Juga: Tegas! MUI Suruh Pemerintah Izin Pada Umat Sebelum Gunakan Dana Haji

Isu penambahan kuota haji Indonesia ini sudah lama beredar di tengah masyarakat. Banyak momen pertemuan antara Indonesia-Arab Saudi yang menyebabkan wacana ini terus diperbincangkan.

Dilansir dari republika.co.id, akhir tahun 2016 yang lalu publik masih ingat ketika Duta Besar Kerajaan Arab Saudi Untuk Indonesia, Osama Mohammed Al Shuibi berjanji negaranya akan emberikan tambaan kuota jamaah asal Indonesia.

“Seperti diketahui, saat ini ada renovasi di Makkah. Tapi kami akan memberikan penambahan ‘sedikit’ untuk membantu masyarakat Indonesia yang akan menjalani ibadah haji,” kata Osama seusai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kall di Jakarta, Selasa (15/11/2016).

Tidak bisa dipungkiri, kabar kenaikkan jumlah kuota haji Indonesia ini bisa muncul kembali sewaktu-waktu. Maka dari itu, Djamil, Dirjen Haji dan Umrah yang juga mantan Rektor IAIN Walisongo Semarang ini menghimbau kepada masyarakat agar cermat ketika menerima informasi. Khususnya informasi haji ini.

“Masyarakat diimbau untuk tidak lekas percaya pada pemberitaan semacam ini. jika ada yang tidak jelas, silakan tanya ke Kemenag,” kata Djamil.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaJK: Pembangunan MRT Jakarta Harus Bisa Dijadikan Contoh
Berita berikutnyaInilah Deretan Nama Aneh di Dunia, Apa Maksud Orang Tuanya?