SBY-Prabowo Bertemu, Ini Komentar Pedas Fahri Hamzah


fahri-hamzah

SURATKABAR.ID – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, menilai pertemuan Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, minim gagasan. Fahri menyayangkan pertemuan kedua tokoh ini yang belum melahirkan pandangan alternatif.

“Wah Pak SBY ketemu Pak Prabowo, besok wah Pak Prabowo ketemu Pak Jokowi, besok lagi Pak SBY ketemu Pak Jokowi’, itu apa. Manfaatnya buat alternatif berpikir untuk mengelola Negara enggak ada,” kata Fahri di Komplek Parlemen Jakarta, Jumat (28/7/2017) malam sebagaimana dikutip dari jpnn.com.

Fahri memberi contoh, seharusnya pertemuan ini bisa membangun koalisi pilpres lebih awal, misal. Artinya bukan sekedar pertemuan simbolis. Ia juga menuturkan bahwa meneruskan konsep Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) itu lebih menarik.

“Apakah mau meneruskan konsep KMP atau KIH pada Pilpres 2014 lalu,” katanya.

Selain itu, Fahri memberi contoh, bisa saja jika pertemuan SBY-Prabowo itu bersepakat pandangan pemerintah neoliberal. Maka, koalisi poros baru harus bisa memberikan pandangan alternatif seperti ekonomi kerakyatan.

“Kita harus membangun koperasi, itu kan lebih enak. Atau kita sepakat mencalonkan pasangan si A atau si B dari awal, dideklarasikan dalam waktu dekat. Nah, itu kan menarik,” kata Fahri.

Baca Juga: Fahri Hamzah: HTI Diperlakukan Seperti PKI Oleh Rezim Jokowi

Pertemuan SBY-Prabowo sendiri dilangsungkan di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Bara, Kamis (27/7/2017). Di dalam konferensi persnya, SBY menyatakan bahwa Demokrat dan Partai Gerindra sepakat untuk mengawal pemerintahan sekarang tanpa harus berkoalisi.

Bentuk pengawalan ke pemerintah ini, sebagaimana disampaikan SBY seusai pertemuannya dengan Prabowo, akan dilakukan dengan kerja sama dan peningkatan komunikasi antara kedua patai. Pengawalan pada wilayah politik yan dimaksud di sana terkait dengan demokrasi, aturan main, konstitusi, undang-undang dan sistem yang berlaku.

Lantas, pernyataan SBY terkait hasil pertemuannya pun dikritik Fahri dengan mengatakan bahwa pengawalan ke pemerintah adalah hal yang dapat dilakukan oleh siapa saja.

“Kalau itu kan bisa dilakukan semua orang. Namanya gerakan moral. Tapi tadi kalau saya kan on behalf, atas nama publik, kita tagihlah sesuatu yang lebih konkret, ada pandangan alternatif, enggak dari sesuatu yang sudah ada,” katanya.

Ke depannya, Fahri berharap agar pertemuan antar tokoh politik tidak lagi sekedar simbolik, melainkan menghasilkan sesuatu yang konkret.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaIngat Teletubbies Kan? Lama Tidak Ada Kabar, Ternyata Kondisi Mereka Malah Begini, Yuk Simak!
Berita berikutnyaPNS Rajin dan Cerdas Ini Naik Motor Tanpa Baju, Kenapa?