Puluhan Lulusan SMA Menolak Masuk ITB Meski Sudah Diterima. Kenapa?


SURATKABAR.ID Total 35 siswa dari total keseluruhan mahasiswa yang sudah diterima di Institut teknologi Bandung, menolak untuk menandatangani surat masuk tahun ajaran 2017-2018.

Wakil Rektor ITB bidang akademik dan kemahasiswaan yang mengatakan, hampir seluruhnya yang membatalkan diri itu beralih ke sekolah kedinasan milik pemerintah dan beberapa memilih kampus luar negri. “Itu menghilangkan kesempatan anak indonesia kuliah di ITB”, Katanya, dilansir dari tempo.co (28/7/2017)

ITB sudah menyurati beberapa SMA yang menurutnya patut menerima catatan khusus untuk para siswanya yang meninggalkan ITB. Salah satunya SMA 8 Jakarta, yang disurati untuk memperingati dua orang siswanya yang tidak mengambil ITB dan lebih memilih kuliah di singapura. Surat tertanggal 7 juli 2017 itu meyayangkan siswanya yang mundur dari jalur SNMPTN undangan.

Baca Juga : Ingat Khamim Pemuda yang Memutuskan Naik Haji Jalan Kaki? Begini Kabar Terbarunya

Sejauh ini ITB belum menetapkan hukuman untuk SMA 8 terkait dua siswanya. Direktur eksekutif penerimaan mahasiswa baru ITB, Prof. Ir. Mindriany syafila MS, Ph.D, mengungkapkan bahwa sebenarnya ITB telah menyebut dengan jelas konsekuensi apa yang akan diterima lewat poin tiga yang ada pada surat yang dikirimkan ke pihak sekolah.

Poin tiga yang dimaksud dosten ITB tersebut adalah imbauan agar SMA 8 tahun depan tidak mengabaikan “lebih” terbukanya kesempatan masuk ITB dibandingkan SMA yang lain. Untuk memastikanya, ITB memberikan catatan khusus.

“Oleh karena itu, ITB akan memberikan catatan khusus bagi siswa SMA 8 Jakarta untuk dalam proses seleksi SNMPTN tahun yang akan datang” tutur Mandiany yang dikutip dari kumparan.com

Tahun lalu ada sekitan 20-an siswa dari berbagai sma yang beralih pilihan kekampus lahin. Menrut wakil rektor 3, Bermawi priyatna proses seleksi sekolah kedinasan berdekatan dengan pengumuman SNMPTN undangan yang diumumkan ITB, sehingga kita perlu mencari jalan keluar. “kita mau win-win solution, perlu kordinasi jadwal seleksi agar tidak saling menganggu” tutup Bermawi