Pukul Wanita Hingga Tewas, Anggota Sekte “Yesus Perempuan” Ditahan


SURATKABAR.ID – Jika berbicara tentang kepercayaan seseorang terhadap agamanya, tentu adalah hal yang sangat pribadi dan tak dapat diganggu. Hubungan manusia dengan Tuhan-nya merupakan hubungan yang sakral, di mana hanya masing-masing pribadi yang mengenali seberapa dalam kepercayaan mereka terhadap agama yang dipeluknya.

Sayangnya tak sedikit kepercayaan yang justru mempraktekkan kekerasan terhadap sesama manusia lain hanya karena masalah sepele. Hal tersebut tentu saja sangat bertolak belakang dengan ajaran dari setiap agama dan kepercayaan yang selalu mengajarkan cinta dan kasih sayang.

Seperti yang terjadi di Cina, di mana anggota sebuah sekte agama yang memukuli seorang wanita hingga tewas hanya karena ia menolak memberikan nomor telepon. Aksi pembunuhan tersebut dilakukan oleh para anggota saat mereka berusaha merekrut korban. Karena menolak, mereka yakin jika wanita tersebut telah dirasuki oleh roh jahat.

Dilansir bbc.com, Jumat (28/07/2017), pihak berwenang Cina mengamankan belasan anggota sekte Gereja Tuhan Yang Maha Kuasa berbekal sejumlah kesaksian para penganutnya yang mengaku mendapatkan tekanan hingga keharusan untuk menyumbangkan uang untuk mendapatkan keselamatan ruh.

Baca juga: Tentara Israel Kembali Menembak Mati Warga Palestina Karena Alasan Konyol

Insiden mengerikan yang sampai menewaskan seorang wanita di sebuah gerai McDonald’s di Kota Zhaoyuan, pada bulan Mei 2014 lalu ini bukanlah kasus pertama yang melibatkan anggota sekte kelompok yang secara eksplisit bersikap anti-komunis tersebut.

Pada tahun 2012 contohnya. Ketika itu terjadi serangkaian penangkapan di Qinghhai dan juga di Zhejiang. Penangkapan tersebut berakhir dengan hukuman penjara terhadap 100 anggota sekte, termasuk juga sejumlah anggota senior. Tahun 2014, pihak berwenang Cina menangkap lebih banyak lagi anggota di Hubei dan Xinjiang.

Yang terbaru adalah ketika bulan Agustus 2016 yang lalu, di mana pihak kepolisian di Anhui melakukan penahanan terhadap lebih dari 30 orang anggota sekte dengan tuduhan membuat sekaligus menyebarkan konten video untuk kepentingan sekte tersebut, dilansir detik.com Sabtu (29/07/2017).