Ribuan WNI Daftar Jadi Warga Negaranya, Ini 5 Fakta Asgardia


SURATKABAR.ID – Asgardia yang disebut-sebut sebagai bangsa ruang angkasa pertama ternyata banyak diminati oleh masyarakat Indonesia.

Bahkan, higga Kamis (27/7/2017) malam, dari 280.000 pendaftar, 10.000 diantaranya ternyata adalah orang Indonesia.

Manajemen Asgardia, Lena de Winne, yang pernah bekerja selama 15 tahun di European Space Agency, menuturkan bahwa ia sangat gembira dengan banyaknya peminat Asgardia.

“Di sejumlah negara, responnya lebih banyak, dan kami sangat senang, orang Indonesia menjawab tawaran promosi tentang Asgardia,” tutur De Winne, dilansir bbc.com.

Baca juga: Wow! Nggak Cuma 2, Thailand Punya 18 Macam Jenis Kelamin. Apa Saja?

Meski begitu, tak serta merta para pendaftar bisa langsung tinggal di ruang angkasa. Mereka masih harus tinggal di Bumi hingga Asgardia bisa dihuni manusia.

Di samping itu, Asgardia memiliki sejumlah fakta menarik untuk disimak. Seperti dilansir bbc.com, berikut penjelasannya.

Bangsa independen ruang angkasa pertama

Proyek yang diumumkan pada Oktober 2016 oleh ilmuwan Rusia bernama Igor Ashurbeyli ini menyebut Asgardia sebagai bangsa independen pertama yang beroperasi di ruang angkasa.

Siapa pun yang memiliki alamat email dan berusia diatas 18 tahun, bisa mendaftar untuk menjadi warga negara Asgardia. Tak ayal, 40 jam setelah diumumkan, 100.000 orang sudah mendaftarkan dirinya.

Indonesia sendiri menempati urutan ke tujuh dengan pendaftar dari Jakarta, Bandung, Mataram, serta Jayapura.

Satelit Asgardia akan diluncurkan tahun ini

Meski belum ditentukan kapan tanggal pasti peluncuran satelit tersebut, namun dipastikan bahwa satelit akan dikirim melalui wahana ruang angkasa milik NASA.

Satelit ini akan dibawa ke stasiun ruang angkasa, International Space Station, milik NASA. Foto-foto dan data diri para pendaftar juga akan dibawa oleh satelit ini.

Tanggapan unik para pendaftar

Dari ratusan ribu pendaftar, mereka tentu memiliki alasan berbeda untuk menjadi warga negara Asgardia. Tak sedikit pendaftar yang mengucapkan terimakasih atas ide “gila” ini. Tak sedikit pula yang ingin segera tinggal di Asgardia.

Anjungan di ruang angkasa

Nantinya, tim Asgardia akan membangun anjungan di ruang angkasa pada orbit rendah, sekitar 100 sampai 600 kilometer dari permukaan bumi.

Dalam delapan tahun, penerbangan manusia pertama akan dilakukan. Namun, hanya dibatasi pada kaum profesional seperti pilot ruang angkasa dan pakar navigasi. Untuk masyarakat awam tentu harus menunggu lebih lama lagi.

Baca juga: Harga Garam Melonjak, Sekali Panen Para Petambak Raup Rp 300 Juta

Igor Ashurbeyli, pendiri Asgardia

Ilmuwan asal Rusia ini mengatakan bahwa Asgardia adalah proyek nyata. Ia juga menegaskan bahwa dia sendiri yang mendanai proyek tersebut, tapi tak menyebutkan jumlahnya.

Ilmuwan 53 tahun ini sebenarnya adalah seorang miliuner meski namanya tak pernah muncul di daftar orang terkaya versi majalah Forbes.

Bagaimana denganmu? Tertarik untuk menjadi warga negara Asgardia?