Tak Banyak yang Tahu! Ternyata Rasa Malas Bisa Menular


    SURATKABAR.ID – Malas-malasan memang merupakan aktivitas yang sangat enak. Apalagi saat akhir pekan ataupun hari libur. Namun apabila dilakukan di hari aktif kerja sepertinya itu merupakan perbuatan yang tidak baik ya.

    Sebab berdasarkan penelitian terbaru menyebutkan jika malas ini merupakan hal yang cukup berbahaya lantaran bisa menular. Coba bayangkan jika teman satu kantor jadi malas bekerja lantaran ketularan?

    Selain rasa malas, para psikolog yang berasal dari French National Institute of Health and Medical Research ini juga mengemukakan jika ketidaksabaran dan sikap skeptik juga bisa disebarkan dari satu orang lain ke yang lainnya.

    Untuk meneliti hal ini, kedua peneliti yakni Marie Devaine dan juga Jean Daunizeu meminta sebanyak 56 partisipan untuk menyelesaikan beberapa tugas yang menguji ketiga sifat tersebut.

    Baca juga: Luapkan Rasa Syukur, Letnan Dua Ini Cium Kaki Ibu Usai Dilantik Presiden Jokowi di Istana Merdeka

    Dalam tugas pertama, para partisipan diminta untuk menggenggam sebuah alat untuk bisa mendapatkan hadiah. Di sini, para partisipan dinilai berdasarkan usaha mereka untuk menggengam alat tersebut. Semakin kuat mereka menggenggam, semakin besar pula peluang untuk mendapatkan hadiah.

    Selanjutnya di tugas kedua, para partisipan ini diminta untuk memilih antara hadiah kecil setiap tiga hari ataupun hadiah besar setelah setahun menunggu. Dan yang terakhir partisipan boleh meminta antara hadiah kecil yang kemungkinan menangnya sebesar 90 persen ataupun hadiah besar yang kemungkinan menangnya hanya 10 persen saja.

    Dan ketiga tugas tersebut diulang beberpa kali dan sebelum dikerjakan, para peneliti memberitahukan mereka hasil dari penelitian yang dilakuakn sebelumnya. Dan seperti yang diungkapkan dalam jurnal PLOS Computational Biology, para penelitia akhirnya menemukan bahwa manusia belajar untuk malas, tidak sabar dan skeptis dari orang lain, walapun hanya 19 persen dari partisipan yang menyadarinya.

    Baca juga: Selamat, Bandara di Indonesia Ini Dinobatkan jadi No. 1 di Dunia

    “Kita telah menunjukkan bahwa sikap seseorang terhadap usaha, keterlambatan, dan resiko mengikuti orang lain,” tulis para peneliti, seperti yang tertera di Nationalgeographic.co.id