Terungkap! Ternyata Inilah Alasan Kenapa Kita Belum Menemukan Keberadaan Alien


SURATKABAR.ID – Di Galaxy Bima Sakti, kita jarang menemukan planet lainnya yang memiliki kehidupan yang aktif seperti di bumi. Dan di Galaxy Bima Sakti ini merupakan rumah setidaknya untuk 100 sampai 400 miliar bintang. Dan masing-masing bintang ini berpotensi diorbit oleh planet-planet. Dan dari itu semua, setidaknya ada dua triliun galaxy seperti milik kita ini yang terdapat di dalam semesta.

Dengan miliaran bintang yang terdapat di galaxy kita, seharusnya ada peradaban lainnya yang bisa ditemukan di luar bumi. Jika hanya ada 0,1 persen planet di galaksi kita yang bisa menampung kehidupan, itu berarti ada sekitar satu juta planet dengan kehidupan di dalanya. Dan angka tersebut mendorong Enrico Fermi, seorang fisikawan peraih Nobel untuk kritis terhadap kehidupan alien.

“Di mana mereka?” “Mengapa tidak ada tanda-tanda kehidupan lain yang ‘berkunjung’ ke Bumi?”.  Dan pertanyaan tersebut dikenal sebagai Paradoks Fermi, seperti yang diwartakan oleh nationalgeographic.co.id

Baca juga: Saat Gelaran Perkara, Pretty Asmara Berteriak-Teriak: Saya Dijebak, Urin Saya Negatif!

Berdasakan Paradoks tersebut, terdapat tiga jenis alam semesta yakni peradaban I yang cenderung menghabiskan sumber daya planet, peradaban II yang menuai energi dari bintang induk, dan perdaban III yang menuai energi dari seluruh galaksi mereka.

Dan kemudian paradox itu terjawab melalui hipotesis ‘Great Filter’ yang menyebutkan jika tiga peradaban itu ada di alam semesta ini. Ada beberapa alasan logis yang menjawab paradoks Fermi, dulu ada makluk lain yang datang pertama di zaman kuno, namun lantaran belum ada alat untuk mendokumentasi tidak ada bukti. Dan bumi dianggap sebagai peradaban I primitif. Dan peradaban II dan III enggan untuk datang lantaran menganggp bumi terbelakang.

David Wallace-Wells menulis di New York Magazine,

“Di alam semesta yang berumur milyaran tahun, dengan sistem bintang yang terpisah oleh ruang dan waktu, peradaban dapat muncul dan berkembang, serta saling bertemu satu sama lain. Kepunahan massal yang sekarang kita jalani baru saja dimulai, dan akan lebih banyak lagi ke depannya.”

Baca juga: Salut! Anak Petani di Lamongan Ini Raih Bintang Adhi Makayasa Akademi TNI

Ilmuan lain juga memiliki jawaban yang lebih menyedihkan atas paradoks Fermi. Salah satunya adalah Anders Sandberg seorang ahli neurology dan anggota dari Astronomical Observatory of Belgrade, Milan Cirkovic, serta Stuart Armstrong yang merupakan pakar Artificial Intelligence menyebutkan jika alien tidaklah punah. Mereka saat ini berada dalam keadaan hibernasi, menunggu alam menjadi dingin.

Sementaa itu Brian Cox, seorang Fisikawan menyebukan jika pertumbuhan sains dan teknik melampaui pengembangan keahlian politik, pada akhirnya kita juga akan bisa punah, dan mendekati posisi itu.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaKH Ma’ruf Amin: MUI Punya Bukti Otentik Jika HTI Anti-Pancasila
Berita berikutnyaPaspor Dicabut Otoritas India, Zakir Naik Tak Punya Kewarganegaraan