Pelajar Non-Muslim di Banyuwangi Ini Merasa Dipaksa Pakai Jilbab, Bupati Turun Tangan


SURATKABAR.ID – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sangat geram dengan adanya kabar yang menyebutkan jika ada salah serorang warganya yang membatalkan untuk masuk SMP 3 Genteng lantaran merasa didiskriminasi.

Seperti diwartakan kompas.com, seorang pelajar perempuan beinisial NWA yang sebelumnya mendaftarkan diri ke SMP 3 Genteng Kabupaten Banyuwangi terpaksa menarik berkas pendaftarannya. Ia merasa tidak nyaman dengan aturan yang menurutnya sangat diskriminatif, yakni aturan menggunakan jilbab bagi siswinya, sedangkan NWA sendiri beragama non Islam.

Bupati Banyuwangi yang mendengar berita tersebut langsung memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi untuk membatalkan aturan wajib berjilbab di SMPN 3 Genteng.

“Aturan yang diterapkan berdasarkan inisiatif pimpinan SMPN 3 Genteng. Saya sudah minta batalkan aturan itu. Batalkan detik ini juga. Terus terang saya kecewa. Kita ini pontang-panting jaga kerukunan umat, kok masih ada paradigma seperti ini,” ucap Anas, Minggu (16/7/2017).

Baca Juga: Remaja Berjilbab jadi Korban Pembunuhan Sepulang dari Masjid di Lokasi Ini

Ia menegaskan jika aturan tersebut untuk pelajar muslim tentu bukan sebuah masalah.

“Kalau berjilbab untuk pelajar muslim kan tidak masalah, tapi ini diterapkan secara menggeneralisasi tanpa melihat latar belakang agama pelajarnya,” tambah dia.

Anas menilai jika aturan tersebut punya potensi untuk mendiskrimansi pelajar yang beragama selain Islam.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulihtiyono menyatakan telah meminta kepala sekolah untuk menghapus aturan itu.

Ia menjelaskan jika NWA akhirnya memilih untuk bersekolah di di SMPN 1 Genteng melalui jalur penjaringan minat, bakat, dan prestasi.

“Pelajar yang bersangkutan sudah diberi penjelasan tetap bisa diterima di SMPN 3 Genteng, karena aturan sudah dibatalkan atas perintah Pak Bupati. Tapi NWA tetap memilih SMPN 1 Genteng. Kami memohon maaf atas kejadian ini, dan saya pastikan tidak akan ada lagi permasalahan serupa terjadi di kemudian hari,” ucap Sulihtiyono.

Timotius Purno Ribowo, ayah NWA bercerita mengisahkan bagaimana petugas pendaftaran mengatakan jika pihak sekolah hanya menerima siswa yang beragama Islam dan tidak bisa menerima siswa non Islam.

“Mendengar pernyataan itu anak saya langsung nangis ditempat. Saya sempat debat dengan petugas dan akhirnya anak saya tetap diterima namun syaratnya harus menggunakan jilbab dan mengikuti kegiataan keagamaan,” katanya, Minggu (16/7/2017), dikutip dari kompas.com.

Ia juga mengatakan jika telah berusaha berkomunikasi dengan Kepala Sekolah. Karena tidak bisa bertemu secara langsung, Timotius sempat berbincang melalui sambungan telepon.

“Saat itu kepala sekolah mengatakan bahwa sekolah SMP 3 Genteng tidak menerima siswa non muslim dan jika ingin tetap sekolah di SMP 3 harus mengikuti aturan yaitu menggunakan jilbab bagi perempuan dan mengikuti semua kegiatan keagamaan. Saat itu saat berusaha legowo dengan mencabut berkas pendaftaran anak saya,” tambah dia

Ia lantas melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi yang kemudian diarahkan untuk mendaftarkan anaknya ke SMPN 1 Genteng melalui jalur minat bakat dan prestasi dan dinyatakan diterima dengan peringkat 10 besar.

“Senin daftar dan Jumat dinyatakan lolos di SMPN 1 Genteng. Dia sudah mengikuti kegiatan di sekolahnya yang baru,” kata dia.

Pihak Ketua Komite SMPN 3 Genteng Syaifudin membantah dengan tegas mengenai adanya aturan wajib menggunakan jilbab bagi siswa perempuan. Ia meminta untuk bisa dipertemukan dengan orang tua NWA untuk klarifikasi.

“Kami siap untuk bertemu untuk diklarifikasi dengan orang tua calon wali murid. Tidak benar pelarangan tersebut. Semua difasilitasi sama,” tegasnya, Minggu (16/7/2017).

Baca Juga: Bikin Geram! Petugas Bandara Italia Paksa Mahasiswi Indonesia Lepas Jilbab

Ia menceritakan jika orang tua NWA pernah datang ke sekolah untuk daftar ulang, ketika itu petugas pendaftaran telah menjelaskan jika seragam bagi siswa muslim adalah berjilbab, sementara yang non-muslim bisa menyesuaikan.

“Wali murid kembali lagi ke sekolah pada hari Sabtu untuk koordinasi dengan pihak sekolah dan pada hari Senin 10 Juli orang tuanya mengatakan keberatan jika anaknya menggunakan jilbab padahal di sekolah kami sudah membebaskan. Orangtuanya legowo dan mengatakan tidak akan mempermasalahkan hal tersebut,” katanya.

Ia menambahkan jika sebelumnya memang tidak ada siswa non-muslim yang bersekolah di SMPN 3 Genteng. Menurutnya, NWA merupakan calon siswa non Islam pertama yang diterima di sekolah tersebut.

“Tidak ada siswa non Islam di sini. Kelas dua dan kelas tiga semuanya beragama Islam. Baru NWA yang beragama non Islam dan kami fasilitasi sama,” katanya.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaPresiden PKS Imbau: Jangan Lagi Sebut Fahri Hamzah Politikus PKS, Sudah Mantan
Berita berikutnyaMasih Ingat Kebun Bunga Hancur Lebur Karena Selfie? Begini Kondisinya Saat Ini