Ayah di India Ini Gunakan Dua Putrinya untuk Bajak Sawah Sebagai Pengganti Sapi


SURATKABAR.ID – Kemiskinan memang seringkali memaksa manusia melakukan hal-hal yang terkadang sulit dinalar. Dan hal tersebut sering terjadi dalam kehidupan. Seperti halnya kisah seorang ayah di India ini. Bagaimana tidak, ayah di India yang terbelit kemiskinan ini sampai tega menjadikan kedua anak perempuannya sebagai pengganti sapi jantan. Maksudnya?

Dalam sebuahh rekaman video nampak kedua gadis bernama Radhan Barela (14) dan adiknya yakni Kunti (11) memegang ujung bajak untuk membantu sang ayah, Sardar Bareka yang saat ini tengah krisis keuangan untuk menghidupi keluarganya.

Untung saja, pemerintah setempat bertindak cepat dan mendatangi keluarga Barela dan menghentikan tindakan dari ayah berusia 42 tahun tersebut. Dan ketika ditanya pejabat setempat mengenai video yang beredar itu, Sardar mengaku terpaksa menggunakan dua anak gadisnya untuk membajak sawah yang terdapat di dekat Desa Bastanpur, Pangari, Madhya Pradesh India Tengah.

Baca juga: Begini Akhir Cerita Dosen yang Gugat UU Energi Lantaran Dinilai Syirik

Sardar mengaku jika kriris keungan yang dialami keluarganya telah membuatnya putus asa. Dia mengaku telah memaksa kedua putrinya itu untuk berhenti sekolah dan membantu bisnis keluarganya.

“Saya tidak punya cukup uang untuk membeli atau merawat sapi jantan untuk membajak. Kedua anak perempuan saya berhenti sekolah karena krisis keuangan,” papar Sardar, seperti yang tertera di sindonews.com

Dan ternyata hal tersebut bukan baru-baru ini saja terjadi. Sardar mengaku telah melakukan tindakan itu selama dua tahun terakhir lantaran tidak memiliki biaya yang cukup untuk membeli sapi jantan.

Baca juga: Terkait Niat Pensiun Dini Tito, Pengamat Politik: Itu Kode Bila Jokowi Dua Periode

”Karena saya tidak punya uang untuk membeli sapi jantan, saya tidak punya pilihan kecuali meminta anak perempuan saya untuk menarik bajak yang telah dilakukan selama dua tahun terakhir,” lanjut dia.

Ashish Sharma selaku pejabat Investigasi Kantor Urusan Hubungan Masyarakat (DPRO) pemerintah setempat langsung bertindak cepat mengetahui hal tersebut. Dia menyebutkan jika keluarga Barela akan diberi bantuan pemerintah untuk bisa menghidupkan kembali ekonominya.

Bantuan tersebut hanya akan datang jika Sardar menghentikan perbuatannya menggunakan putri-putrinya itu untuk membajak sawahnya.

Baca juga: DP 0 Rupiah Dinilai Tak Ideal dan Sulit Direalisasikan, Anies-Sandi Diminta Lanjutkan Program Ahok

“Petani telah diinstruksikan untuk tidak menggunakan anak-anak untuk kegiatan semacam itu. Apapun bantuannya dapat diberikan berdasarkan skema bantuan pemerintah yang kami lihat ke dalamnya. Setelah kejadian itu sampai pada yang kami ketahui, kami membawa pejabat ke desa, kami akan memastikan bahwa Sardar Barela mendapatkan keuntungan dari bantuan pemerintah,” pungkas Sharma.